Breaking News:

Bisnis dan Keuangan

86,2Persen Usaha Mikro-Kecil di Jateng Terdampak Covid-19, Kesulitan Operasional dan Bayar Pekerja

86,2Persen Usaha Mikro-Kecil di Jateng Terdampak Covid-19, Kesulitan Operasional dan Bayar Pekerja

Tribunpantura.com/Nafiul Haris
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menghadiri peluncuran JPE Bahan Baku untuk UMKM di Koperasi Pondok Pesantren (Ponpes) Pancasila, Blotongan, Kota Salatiga, Kamis (4/6/2020). 

TRIBUNPANTURA.COM, SALATIGA - Sebanyak 86,2 persen usaha mikro kecil di Jawa Tengah mengalami penurunan pendapatan akibat turunnya permintaan selama wabah Covid-19.

Mereka juga mengalami kesulitan keuangan terkait operasional dan ketenagakerjaan.

Menurut Deputi Direktur Manajemen Strategis, Edukasi dan Perlindungan Konsumen dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Kantor Regional 3 Provinsi Jawa Tengah dan DIY, Bambang Triyono, saat ini terdapat lebih dari 4 juta pelaku UMKM di Jawa Tengah dan terdapat 25.536 pelaku usaha di Kota Salatiga.

Baca juga: Harga Emas Antam di Semarang Hari ini, Mengalami Kenaikan Rp14.000 Berikut Daftar Lengkapnya

Baca juga: Tanggul Sungai Jebol, 900 Lebih Rumah di Majenang Cilacap Terendam Banjir, Warga Mengungsi

Baca juga: Kediaman Mahfud di Madura Digeruduk Ratusan Pendukung Rizieq, Yayak: Massa Ancam Bakar Rumah

Baca juga: Liverpool vs Ajax: Gol Pemain Belia Pastikan The Reds Juara Grup, Lolos 16 Besar Liga Champions

"Mereka berperan sangat penting dalam menopang perekonomian, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi."

"Namun pandemi Covid-19 telah memukul keras pelaku usaha, khususnya di segmen mikro kecil," ujarnya saat pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Salatiga di Ruang Kaloka Gedung Setda, Selasa (1/12/2020) dalam keterangan tertulis.

Melalui TPAKD, Kantor OJK Regional 3 melakukan sinergi dengan ekosistem pengembangan UKM.

Lewat program UMKM Bangkit, UMKM diharapkan bisa mengakses pembiayaan, peningkatan kapasitas, pemasaran digital serta peningkatan kualitas produksi maupun manajemen, asistensi perizinan UMKM dan pengembangan platform yang bisa diakses melalui umkmbangkit.id.

Sementara, Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris meminta kepada TPAKD untuk segera menetapkan langkah-langkah yang detail, terukur, dan terjadwal, guna melaksanakan program kerja percepatan akses keuangan di Tahun 2021.

Di antaranya, melalui stimulus perpajakan dan retribusi daerah, serta berbagai bantuan sosial dan fasilitasi bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah maupun bagi masyarakat pada umumnya.

"Namun, tetap berkonsentrasi pada dampak sosial ekonomi masyarakat maupun pemulihan ekonomi daerah akibat pandemi Covid-19," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Di Jawa Tengah, 86,2 Persen Usaha Mikro Kecil Terdampak Pandemi Covid-19

Baca juga: Angka Kesembuhan Covid-19 di Jateng Tertinggi di Indonesia, Ganjar: Seiring Masifnya Tes PCR

Baca juga: Jenguk Ibu yang Dirawat di RS Pria Ini Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara, Remas Payudara Pasien Lain

Baca juga: Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen Deklarasi Siap Bertarung dalam Pemilihan Ketua Umum PPP: Ini Amanah

Baca juga: Tak Perlu Repot, Pasangan Pengantin Baru di Tegal Segera Dapat e-KTP dan KK Baru setelah Menikah

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved