Pilkada 2020

Bawaslu RI Larang Pemilih Pakai Masker Bernuansa Politik

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melarang pemilih dalam Pilkada Serentak 2020 memakai masker tetapi memiliki nuansa politik.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Rival Almanaf
Tribunnews.com
Ilustrasi Pilkada 2020 

TRIBUN-PANTURA.COM, UNGARAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI melarang pemilih dalam Pilkada Serentak 2020 memakai masker tetapi memiliki nuansa politik.

Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan dalam masa tenang sampai pemungutan dan penghitungan suara menggunakan masker bergambar partai, pasangan calon (Paslon), atau jargon tertentu termasuk hal yang dilarang.

"Jadi saya mengimbau kepada pemilih ketika datang ke tempat pemungutan suara (TPS) benar-benar tidak ada kegiatan atau atribut bersifat kampanye," terangnya kepada Tribunjateng.com saat Monitoring Kesiapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada Kabupaten Semarang 2020 di Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang, Selasa (8/12/2020) malam

Menurut Abhan, dari hasil pengawasan secara umum didapati masker bagian dari material kampanye yang dibagikan kepada masyarakat.

Ia menambahkan, secara nasional hasil pengawasan Bawaslu kondisi situasi menjelang hari H pemungutan suara masih normal. Persoalan laporan logistik yang belum sampai, terutama daerah sulit dijangkau seperti di Maluku dipastikan aman.

"Kemudian kami juga mengingatkan kepada pemilih agar mematuhi protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam PKPU nomor 6, 10 dan 13 tahun 2020 cuci tangan, pakai masker, cek suhu hukumnya wajib," katanya

Pihaknya menyatakan terhadap tim pemenangan, pemilih, atau simpatisan apabila menerima hasil calon yang didukung mendapat raihan suara tinggi agar tidak euforia.

Abhan mengungkapkan, karena euforia yang berlebihan berpotensi menciptakan kerumunan sehingga rawan berpotensi menjadi penularan virus Corona (Covid-19).

"Jangan sampai euforia itu mengundang kerumunan, dan ketika ditemukan kasus yang terpapar, asumsinya pilkada jadi sumber penyebaran Covid-19," ujarnya. (ris)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved