Penanganan Corona
40 Ibu Hamil di Kabupaten Pekalongan Positif Covid-19, Bagaimana Penanganan Dinkes?
40 Ibu Hamil di Kabupaten Pekalongan Positif Terpapar Covid-19, Bagaimana Penanganan Dinkes untuk hindari potensi kematian ibu dan bayi?
TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Sebanyak 40 ibu hamil (bumil) di Kabupaten Pekalongan, terpapar Covid-19.
Kepala Dinas Kabupaten Pekalongan Setyawan Dwiantoro mengatakan, berdasarkan data di bulan Desember dari 145 bumil yang menjalani tes swab, hasilnya 40 bumil terkonfirmasi positif Covid-19.
40 ibu hami positif Covid-19 tersebut tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Baca juga: Bumil dan Bayinya Meninggal, Diduga karena Telat Mendapat Pertolongan, Sempat Ditolak di 7 RS Ini
Baca juga: Ali Bingung Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak Ditutup: Banyak Peziarah Kecele
Baca juga: Kisah Goweser Semarang Mudah Libas Tanjakan karena Diserbu Tawon: Pengen Sehat, Malah Sakit Semua
Baca juga: Dtks.kemensos.go.id, Login dan Cek Penerima Bantuan Sosial Tunai Rp300 Ribu Tahun 2021
"Kalau sebarannya terbanyak di Puskesmas II Kedungwuni ada 11 kasus, terus di Puskesmas Wiradesa ada 7 kasus, lalu di Puskesmas Wonopringgo dan Puskemas Kedungwuni masing-masing 4 kasus."
"Lainnya, menyebar di sejumlah puskesmas dengan jumlah kasus bumil positif satu hingga dua orang," kata Kadinkes Kabupaten Pekalongan Wawan saat dihubungi Tribunpantura.com, Jumat (25/11/2020).
Kemudian, untuk data di bulan November dari 8 bumil yang menjalani swab, semuanya positif Covid-19.
Lalu, bulan Oktober dari 196 bumil yang menjalani swab tes, 11 yang terpapar virus corona.
Wawan menuturkan, bumil yang memasuki masa kelahiran dilakukan tracing serta dilakukan pemeriksaan tes swab dan rapid test.
"Tujuannya pada saat memasuki HPL atau usia persalinan sudah siap untuk rujukannya."
"Di Puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan, sudah memiliki ruang persalinan."
"Harapannya, ruangan tersebut bisa membantu mensupport rumah sakit," tuturnya.
Pihaknya berharap, yang persalinan di puskesmas itu proses kelahiran normal, tanpa ada Covid-19.
Sementara itu, berdasarkan update di corona.pekalongankab.go.id, pada tanggal (23/12/2020), pukul 23:01 WIB, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) atau suspek sebanyak 621 orang, dimana 620 orang selesai pemantauan, dan 1 orang meninggal dunia.
Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) atau probable ada 77 orang, dengan rincian 54 orang sudah pulang dan sehat, dan 23 orang meninggal dunia.
Sedangkan kasus positif Covid-19 atau terkonfirmasi ada 1.234 orang, dengan 58 orang meninggal dunia, 48 dirawat, 241 orang menjalani isolasi mandiri, dan 887 orang sembuh.
Bumil dan bayinya meninggal, diduga telat mendapat layanan
Di tempat terpisah sebelumnya diberitakan, seorang perempuan bernama Hartina asal Balimbing, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, meninggal dunia bersama bayi di dalam kandungannya, Rabu (9/12/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/ilustrasi-orang-hamil_1.jpg)