Selasa, 14 April 2026

Berita Regional

Cuaca Buruk, Pendaratan Garuda Indonesia dan Lion Air ke Pontianak Dialihkan

Cuaca buruk di Bandara Supadio Pontianak membuat dua penerbangan yang menuju ke sana dialihkan pada Rabu (13/1/2020).

Editor: Rival Almanaf
AFP
Ilustrasi pesawat Boeing 737-500(AFP/MAURICIO LIMA) 

TRIBUN-PANTURA.COM, PONTIANAK - Cuaca buruk di Bandara Supadio Pontianak membuat dua penerbangan yang menuju ke sana dialihkan pada Rabu (13/1/2020).

Dua penerbangan yang dialihkan itu adalah pendaratan pesawat penerbangan Lion Air dan Garuda dari Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 684 dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam.

Sementara pesawat Garuda Indonesia, nomor penerbangan GA 504 dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

Baca juga: Ganjar Pranowo dan Forkompimda Mendapatkan Vaksin Covid-19 Pertama di Jateng

Baca juga: Launching Tribun-Pantura.com Banjir Ucapan Selamat

Baca juga: Mayat Terlilit Kasur Ditemukan di Karawang, Diduga Korban Penculikan

Baca juga: Dua Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Berhasil Diidentifikasi Melalui Sidik Jari

Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Pontianak, Eri Braliantoro mengatakan, pengalihan pendaratan tersebut karena faktor cuaca buruk.

“Hari ini, karena faktor cuaca, ada dua pesawat, Lion Air dan Garuda divert ke Batam dan Palembang,” kata Eri kepada wartawan, Rabu sore.

Menurut Eri, pengalihan pendaratan (divert) dan kembali ke bandara asal (return to base) merupakan hal yang lumrah dalam dunia penerbangan, karena mengutamakan faktor keselamatan.

Baca juga: Cerah Berawan Sepanjang Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Kamis 14 Januari 2021

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kota Tegal 14 Januari 2020, Buka di Polsek Tegal Barat dan 7 Tempat Lainnya

Baca juga: Banjir Kali Rambut Pemalang, Puluhan Kerbau Dievakuasi Warga

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Kamis 14 Januari 2021 Ada di Tiga Lokasi

“Tadi ada yang sempat landing, yakni Sriwijaya, karena cuacanya cerah sedikit, visibility-nya memenuhi standar, jadi landing,” jelas Eri.

Eri menjelaskan, data cuaca dunia penerbangan, mengacu pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Hasil dari BMKG tersebut akan diteruskan ke Air Traffic Controller (ATC) dan pilot. Sehingga mereka mengambil keputusan landing atau divert," ujar Eri.

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved