Selasa, 7 April 2026

Penanganan Corona

Jokowi Enggan Terapkan Lockdown, dan Lebih Pilih Karantina RT

Angka penularan virus corona yang terus meningkat memunculkan desakan dari masyarakat agar pemerintah menerapkan Lockdown.

Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Menteri kesehatan Budi Gunadi saat jumpa pers setelah bertemu dengan Sultan(Kompas.com/Wisang Seto Pangaribowo) 

TRIBUN-PANTURA.COM, YOGYAKARTA - Angka penularan virus corona yang terus meningkat memunculkan desakan dari masyarakat agar pemerintah menerapkan Lockdown.

Meski demikian, Presiden Jokowi lebih memilih menerapkan kebijakan karantina wilayah RT atau RW.

Kebijakan itu dinilai tepat oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Pasalnya, dia memperkirakan, jika Indonesia menerapkan lockdown keadaan akan seperti Vietnam saat diinvasi Amerika Serikat.

Baca juga: Diguyur Hujan Sepanjang Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Jumat 29 Januari 2021

Baca juga: Menolak Dijadikan Pacar, Siswi SMP di Karawang Diperkosa dan Dibunuh Pemuda 24 Tahun

Baca juga: SUV Terlaris di Jepang Toyota Raize Disebut Akan Meluncur di Indonesia Tahun Ini

Baca juga: Bocah 14 Tahun Kemudikan Mobil Tabrak 8 Pemotor di Bantul Yogyakarta, Satu Orang Tewas

"Pak Presiden kasih saran ke saya, ini kalau lockdown ekonomi akan jatuh sekali."

"Itu kalau lockdown kayak perang Amerika-Vietnam, (tapi) kita tidak tahu perang musuh ada di mana," kata Budi Gunadi, saat jumpa pers di Grha Sabha Pramana UGM, Kamis (28/1/2020).

Selain itu, Budi Gunadi merasa lockdown dalam skala besar bisa dihindari, asalkan titik penyebaran Covid-19 diketahui.

Dia pun setuju dengan usulan karantina di lingkup RT dan RW.

Namun, menurutnya hal tersebut membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sampai ke level terkecil.

Dengan menerapkan karantina di tingkat terkecil, menurut Budi, dapat mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

"Nah, sangat setuju dan tepat memang itu membutuhkan partisipasi aktif sampai ke level paling kecil. Nah itu PR yang diberikan, jadi kerjaan saya akan cepat," kata dia.

Saat vaksinasi dilakukan dia mengajak rumah sakit supaya dapat memberdayakan Puskesmas sekitar.

Dari Puskesmas nanti akan diteruskan ke kepala desa maupun ketua RT/RW bisa menutup mobilitas seseorang yang terpapar Covid-19.

"Kalau ada yang kena intinya mengatasi pandemi, satu mengurangi laju penularan. Caranya apa kalau menemukan seseorang segera isolasi supaya tidak menularkan," jelas dia.

Setelah itu langkah selanjutnya yang harus segera diambil adalah melakukan tracing terhadap saudara, dan teman-teman terdekat.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved