Kamis, 7 Mei 2026

Berita Semarang

Semarang Dilanda Banjir Besar, Pakar Hidrologi UGM: Tak Bisa Dihindari, Perlu Revisi Tata Ruang

Semarang Dilanda Banjir Besar, Pakar Hidrologi UGM: Tak Bisa Dihindari, Perlu Revisi Tata Ruang

Tayang:
ANTARA FOTO/AJI STYAWAN via kompas.com
SEMARANG HEBAT - Warga mengangkut sepeda motor dengan mengarungi jalan yang terendam banjir di Jalan Raya Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (6/2/2021). Sejumlah jalan protokol maupun alternatif di Kota Semarang terendam banjir dengan ketinggan bervariasi antara sekitar 20 sentimeter hingga sekitar 1 meter akibat curah hujan tinggi sejak Jumat (5/2/2021) malam serta kurang lancarnya drainase yang menyebabkan lalu lintas terganggu. 

Pakar hidrologi Universitas Gajah Mada (UGM), menyebut banjir besar yang melanda Semarang tak bisa dihindari. Karena itu, revisi tata ruang, termasuk tata kelolo air, mutlak diperlukan. Bagaimana ulasannya?

TRIBUNPANTURA.COM - Sejumlah wilayah di Semarang terendam banjir, Sabtu (6/2/2021) usai diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Dalam keterangannya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Semarang menyebut hujan masih mengguyur sebagian wilayah hingga pukul 15.00 WIB.

Lantas, apa yang menjadi penyebab banjir di Semarang?

Dilanda Banjir, PSBB Diplesetkan Jadi Pembatasan Semarang karena Banjir Besar, Warga: Lebih Tepat

Semarang Masih Direndam Banjir hingga Minggu Pagi Ini, di Sini Ketinggian Air sampai Setinggi Perut

Viral, Maling Konyol di Solo Curi Scoopy tapi Tinggalkan Vario Lengkap dengan KTP di Jok Motor

Imam Kampung Digrebek Warga, Diduga Hendak Mesum dengan Janda 4 Anak di Dekat Masjid

Ahli hidrologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Pramono Hadi mengatakan banjir di Semarang memang tak bisa dihindari karena penurunan muka tanah.

"Semarang sudah darurat banjir karena land subsidence," kata Pramono saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (6/2/2021).

Bahkan, empat hari dalam satu minggu, wilayah Semarang bagian utara kota merupakan langganan banjir.

Menurutnya, mustahil air dapat mengalir dengan lancar dan tidak terjadi banjir dalam kondisi hujan saat ini.

Revisi tata ruang

Oleh karena itu, imbuhnya diperlukan revisi tata ruang, khususnya terkait air.

"Sistem polder dan tanggul sungai juga menjadi solusi, tapi mahal, seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) 1 dan PIK 2 di Jakarta," jelas dia.

Pramono menjelaskan, tanggul juga harus terintegrasi dan memiliki sistem klep atau pintu otomatis.

Sebab, jika air di sungai atau kanal yang bertanggul sama tinggi, air hanya mengalir ke hilir dan tidak masuk ke kiri atau kanan melalui anak sungai.

"Sedangkan air dari permukiman atau hujan lokal, cara mengalirkannya harus dengan pompa. Itu yang saya maksud polder."

"Di semarang, ada suatu kawasan yang seperti polder ini," ujarnya.

Seperti diketahui, banjir di Semarang pada Sabtu (6/2/2021) juga mengganggu jadwal perjalanan moda transportasi umum, seperti tertundanya jadwal penerbangan hingga operasional Bus Trans Jateng.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved