SMPN 1 Slawi Matangkan Kesiapan Prokes untuk Uji Coba Sekolah Tatap Muka April 2021 Mendatang

Masuk dalam daftar sekolah yang akan melaksanakan uji coba sekolah tatap muka di Jateng pada 5-16 April 2021 mendatang, SMPN 1 Slawi

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/DESTA LEILA KARTIKA
Suasana di SMPN 1 Slawi Kabupaten Tegal pada Rabu (24/3/2021). Siswa terlihat sedang mencuci tangan di fasilitas yang sudah disiapkan oleh sekolah. Adapun SMPN 1 Slawi menjadi salah satu sekolah yang akan melaksanakan uji coba sekolah tatap muka pada April 2021 mendatang. 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Masuk dalam daftar sekolah yang akan melaksanakan uji coba sekolah tatap muka di Jateng pada 5-16 April 2021 mendatang, SMPN 1 Slawi Kabupaten Tegal mulai berbenah terutama melengkapi sarana protokol kesehatan di area sekolah.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Slawi, Mujihati, pada Tribunjateng.com, Rabu (24/3/2021).

Adapun kesiapan prokes yang dimaksud di antaranya menyediakan wastafel untuk sarana cuci tangan. Kurang lebih ada 21 wastafel sudah terpasang di beberapa titik area sekolah.

Memperkuat Satgas terutama yang berjaga di area depan sekolah, karena mereka yang memantau apakah siswa sudah taat prokes memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk area sekolah atau kelas, dan lain-lain.

"Paling beberapa hal tadi yang sedang kami persiapkan. Kalau masalah pembelajaran sebetulnya sama seperti yang sudah diterapkan, yaitu sistem shift dan per kelas jumlah siswa dibagi dua. Misal Senin yang berangkat siswa nomor presensi 1-16 dan Selasa 17-32, sehingga anak berangkat ke sekolah tiga kali dalam satu minggu," tutur Mujihati. 

Dikatakan, orangtua siswa banyak yang mendukung kegiatan uji coba pembelajaran tatap muka ini, karena selain anak bisa bersekolah lagi juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Selama pembelajaran jarak jauh, Mujihati menyebut banyak siswa yang bermasalah seperti sering main ke luar rumah pakai motor tapi tidak mengenakan masker, di dalam rumah juga paling bermain game, dan masih banyak lagi.

Sehingga orangtua beranggapan ketika anak berangkat ke sekolah malah akan lebih tertib dan bisa diawasi. Dari siswa pun kasihan karena merasa jenuh belajar dari rumah terus.

"Tidak kalah penting adanya pembelajaran tatap muka ini untuk persiapan ujian sekolah dan menyelesaikan tes yang belum selesai. Karena beberapa siswa saat PTS (penilaian tengah semester) kemarin ada yang mengalami kendala jaringan lemot sehingga tidak bisa mengirim. Maka dari itu saat pembelajaran tatap muka sekalian untuk menyelesaikan dan siswa memiliki nilai," jelasnya.

Skenario uji coba pembelajaran tatap muka April nanti, lanjut Mujihati, kelas dimulai pukul 07.00 WIB sampai 10.20 WIB.

Tetap ada jam istirahat namun hanya di dalam kelas saja tidak boleh keluar membeli jajan. Karena siswa pun diimbau untuk membawa bekal sendiri dari rumah.

Sedangkan untuk satu mata pelajaran diberi waktu sekitar 30 menit.

"Sebetulnya skenario pembelajaran di masa pandemi Covid-19 dari provinsi sama seperti yang sudah diterapkan di Kabupaten Tegal, sehingga kami tinggal menyesuaikan saja. Intinya kami menyiapkan untuk kelengkapan prokes termasuk semuanya wajib mematuhi 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan," pesannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved