Berita Kendal
Dico Harap Bendung Karet Sungai Blorong Bisa Difungsikan Juli 2021
Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Balai Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Bodri-Kuto dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana
Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
Penulis: Saiful Ma'sum
TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal bersama Balai Pengelolaan Sumberdaya Air (PSDA) Bodri-Kuto dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Jawa Tengah mengebut pembangunan bendung karet di Sungai Blorong tepatnya di Desa Turunrejo Kecamatan Brangsong dan Kelurahan Banyutowo Kecamatan Kota Kendal.
Bandung ini diproyeksikan menjadi multi fungsi yang berguna untuk Kabupaten Kendal. Selain pengendali banjir, juga difungsikan sebagai penampung sumber air baku dan destinasi wisata air.
Pembangunan bendung dengan menelan anggaran Rp 175 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ini menjadi perhatian khusus bagi Bupati Kendal Dico M Ganinduto.
Ia berharap pembangunan bisa berjalan sesuai dengan rencana yang sudah disusun agar bendung karet Sungai Blorong bisa difungsikan pada Juli 2021. Sementara pembangunan keseluruhan ditarget selesai pada akhir Desember nanti.
"Saya (sudah-red) meninjau lokasi pembangunan bendung karet ini. Dimulai November 2020 dan selesai akhir Desember 2021, namun Juli nanti bisa dioperasikan," terangnya usai meninjau pembangunan, Senin (29/3/2021).
Menurut Dico, pembangunan bendung karet merupakan projek strategis nasional (PSN) untuk mendukung perkembangan kawasan industri kendal (KIK).
Dengan itu, fungsi utama bendung karet diharapkan dapat menyuplai kebutuhan air baku KIK dan warga Kendal. Ditambah dengan air baku yang ditampung di bendung bodri yang rencananya bakal dikerjakan di Singorojo.
"Karena banyak industri yang akan berkembang di Kendal, dibutuhkan suplai air baku. Nanti (bendung ini-red) juga bisa sebagai pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Brangsong dan sekitarnya, ditambah normalisasi sungai dan peninggian tanggul," jelasnya.
Menurutnya, kemajuan pembangunan bendung karet ini cukup bagus lebih cepat 5 persen dari target awal. Ia berencana menjadikan wilayah bendung tersebut menjadi destinasi wisata baru yang bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk mengembangkan produk.
Beberapa pandangan landscape wisata sudah ia susun seperti destinasi wisata air dengan perahu dayungnya, hingga spot foto alam dengan berlatarkan bendung.
"Ini nanti menjadi kolaborasi industri dan pariwisata. Kita akan kolaborasikan dengan pihak KIK, sehingga bisa jadi spot wisata dan pengembangan UMKM," ujarnya.
Kepala Bidang Irigasi dan Air Baku PJPA BBWS Pemali Juana, Tesar Hidayat mengatakan, pembangunan bendung karet saat ini mencapai 38 persen.
Katanya, pembangunan bendung ini dibagi menjadi 3 bagian. Pada segmen sisi kiri dalam proses pengecoran, segmen tengah proses pemasangan pancang, dan segmen kanan dalam tahap perataan.
Sebelum itu, pekerjaan dimulai dengan membuat saluran pengelak yang berada di sebelah barat sungai. Fungsinya sebagai saluran air Sungai Blorong sementara hingga bendung siap difungsikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/pekerja-membangun-bendung-karet-sungai-bodri-di-desa-turunrejo-kecamatan-bra.jpg)