Berita Jateng
Anggota Komisi E DPRD Jateng Sebut Cara Lama Pembelajaran Tatap Muka Tak Efektif Lagi
Uji coba pembelajaran tatap muka sudah berlangsung beberapa pekan di Jawa Tengah. Waktu pembelajaran yang singkat serta sejumlah
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Uji coba pembelajaran tatap muka sudah berlangsung beberapa pekan di Jawa Tengah.
Waktu pembelajaran yang singkat serta sejumlah hambatan yang ada terjadi saat uji coba pembelajaran tatap muka (PTM).
Meskipun peserta didik datang langsung secara fisik, begitu juga gurunya, namun pembelajaran dinilai tidak akan bisa optimal.
Optimal yang dimaksud tidak seperti pembelajaran tatap muka sebelum masa pandemi atau saat situasi normal.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto.
"PTM di sekolah dengan gaya kegiatan belajar mengajar yang sama saat sebelum pandemi tak akan efektif. Bahkan, jika itu dilakukan maka hasilnya tak akan maksimal bagi progres pembelajaran siswa," kata Yudi, Senin (12/4/2021).
Seperti diketahui, pembelajaran tatap muka di masa pandemi telah diuji coba di sejumlah sekolah di Jateng. Mulai jenjang pendidikan SMA, SMK, MA, SMP, dan MTs.
Dewan dari Fraksi Partai Gerindra Jateng ini mengungkapkan PTM memiliki keterbatasan jam belajar, interaksi antara siswa dengan siswa, serta siswa dengan guru. Ini jelas membuat sekolah tak akan lagi bisa sama sebagaimana sebelum pandemi.
Oleh karena itu, Yudi menegaskan konsep PTM ini tak boleh hanya menjalankan pola pendidikan sebelum pandemi.
"Harus ada konsep pembelajaran baru saat PTM di masa pandemi ini," tegas Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini.
Ia pun mengusulkan agar jam pelajaran lebih banyak diisi dengan pemberiaan motivasi dari guru. Lantaran dengan waktu singkat, pembelajaran normal tidak akan efektif.
Motivasi yang diceritakan bisa dari sisi pendidikan karakter, cerita sukses, perihal kepedulian, hingga soal menumbuhkan semangat belajar.
"Saat pertemuan yang disampaikan juga lebih membahas pada persoalan-persoalan mata pelajaran yang belum dipahami atau memang siswa mengalami kesulitan bab-bab tertentu. Jadi kalau memang ada materi yang sulit dipahami bisa ditanyakan pada saat PTM," jelasnya.
Sementara, materi pelajaran bisa dibagikan dan dilakukan secara daring.
Yudi mengatakan, saat ini sudah banyak materi pelajaran sekolah yang bisa dipelajari melalui internet. Jadi siswa maupun guru juga dituntut aktif untuk memanfaatkan teknologi.(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/nggota-komisi-e-dewan-perwakilan-rakyat-daerah-dprd-provinsi-jawa-tengah-yudi-indras-wiendarto.jpg)