Selasa, 5 Mei 2026

KRI Nanggala Hilang Kontak

Ini Kata Presiden Jokowi soal Pencarian KRI Nanggala 402

Ini Kata Presiden Jokowi soal Pencarian KRI Nanggala 402: Pencarian dan penyelamatan telah dan masih akan kita lakukan

Tayang:
ANTARA FOTO/HO/KEMENLU
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato untuk ditayangkan dalam Sidang Majelis Umum ke-75 PBB secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/9/2020). 

Dengan kata lain, setelah Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyatakan KRI Nanggala 402 tenggelam, maka 53 awak dan penumpang kapal selam tersebut patut disematkan On Eternal Patrol, berpatroli selamanya di laut Indonesia.

Baca juga: RESMI: TNI Nyatakan KRI Nanggala 402 Tenggelam, Peralatan Salat ABK Ditemukan

Baca juga: Terdeteksi di Kedalaman 850 Meter, Begini Kesulitan yang Dialami Tim Evakuasi KRI Nanggala 402

Baca juga: Ahli Luar Negeri Sebut KRI Nanggala 402 Tenggelam Terlalu Dalam, Sulit Diprediksi Apa yang Terjadi

Baca juga: Kesaksian Mantan Komandan KRI Nanggala 402 Letkol Ansori: Sistem Keamanan Standar Internasional

Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, isyarat subsunk (tenggelam) untuk KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan utara Bali dinyatakan setelah melakukan pencarian selama 72 jam.

"Pagi dini hari tadi merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen di KRI Nanggala selama 72 jam."

"Unsur-unsur TNI AL telah menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang menjadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRTI Nanggala," ujar Hadi dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Kapal-kapal milik TNI Angkatan Laut menjelajahi perairan Bali pada Jumat (23/4/2021), berpacu dengan waktu untuk menemukan KRI Nanggala-402 yang hilang dua hari lalu.

Kapal itu hanya memiliki persediaan oksigen kurang dari satu hari bagi 53 awaknya.

KRI Nanggala-402 hilang setelah penyelaman terakhir yang dilaporkan pada Rabu (21/4/2021) di perairan Bali.

Kekhawatiran memuncak bahwa kapal selam itu mungkin tenggelam terlalu dalam untuk dapat dijangkau atau dievakuasi.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut mengatakan kapal selam itu diperkirakan kehabisan oksigen sekitar pukul 03.00 waktu setempat pada Sabtu (24/4/2021).

"Kami akan memaksimalkan upaya hari ini, hingga batas waktu besok pukul 03.00," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen Achmad Riad kepada wartawan.

Belum ada tanda-tanda kehidupan kapal selam tersebut, tapi Achmad menolak untuk berspekulasi mengenai nasibnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved