Selasa, 26 Mei 2026

Berita Jateng

Bentrok di Wadas Purworejo, Ganjar: Duduk Bareng Lagi

Terkait bentrokan aparat kepolisian dan warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo pada Jumat (23/4/2021), Gubernur Jawa

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (kanan). 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Terkait bentrokan aparat kepolisian dan warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo pada Jumat (23/4/2021), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta agar semua pihak menahan diri.

"Pesan saya tidak boleh ada bentrok, tidak boleh ada ribut, tidak ada kekerasan," kata Ganjar, Senin (26/4/2021).

Sosialisasi lebih intensif kepada warga, kata dia, menjadi kunci. Sehingga ditemukan solusi dan semua pihak bisa legawa menerimanya.

Ganjar pun meminta pemerintah kabupaten dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak untuk melakukan sosialisasi kembali kepada warga.

Semua pihak diharapkan agar duduk bersama, berkomunikasi dan berdialog.

"Hari ini pemerintah kabupaten melakukan sosialisasi kembali. Sekarang duduk (musyawarah) bareng lagi saja. Berkomunikasi intensif dan diajak berdialog, dijelaskan secara terbuka," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan secara detail terkait proyek strategis nasional pembangunan Bendung Bener Purworejo.

Beberkan juga dampak atau kerusakan yang timbul akibat proyek tersebut. Setelah itu, dijelaskan juga upaya reklamasi atau upaya untuk melestarikan alam kembali.

"Dibeberkan ini loh programnya. Kan ada yang setuju, banyak. Yang tidak setuju mungkin punya argumentasi sendiri, mereka yang tidak setuju juga baik untuk dijelaskan," katanya.

Sebetulnya, lanjutnya, masyarakat Purworejo membutuhkan infrastruktur berupa penampungan air seperti halnya bendungan tersebut. Terutama, masyarakat yang bekerja sebagai petani.

Karena kondisi dimana petani Purworejo membutuhkan aliran air sehingga pemerintah provinsi menyiapkan proposal dan lobi-lobi ke pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur bendungan.

"Mestinya ada pengorbanan. Kalau ada kerusakan, tinggal dihitung kerusakannya berapa. Dijelaskan semuanya agar dapat win-win solution," imbuhnya.(mam)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved