Breaking News:

Berita Jateng

Ganjar Tepis Kabar Banyak Pemudik Masuk Jateng : Justru Banyak Warga yang Keluar

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, terkait lalu lintas pemudik di provinsi yang dipimpinnya, justru lebih banyak warga yang

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/INDRA DWI PURNOMO
ILUSTRASI - Sejumlah pemudik tiba di Kabupaten Pekalongan. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, terkait lalu lintas pemudik di provinsi yang dipimpinnya, justru lebih banyak warga yang keluar dari Jateng ketimbang yang masuk atau datang.

Ganjar mengatakan kemungkinan banyaknya warga yang keluar dari Jateng karena sebelumnya mereka menyempatkan pulang ke kampung halaman sebelum masa larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

"Mungkin karena sudah tidak ada kerjaan di sana, dan memang ada situasi yang harus pulang, ya dia pulang. Ketika waktunya di luar ketentuan yang dilarang, ya memang tidak apa-apa," kata Ganjar, Jumat (30/4/2021).

Ganjar menilai, jika masyarakat bisa mengikuti aturan sebenarnya tidak perlu ada kebijakan ketat soal mudik. Regulasi yang muncul dibuat lantaran masih ada yang tidak taat.

Jika persoalan aturan mudik sudah disepelekan, Ganjar menilai dampaknya akan mengkhawatirkan. Sebab pasti jadi potensi penularan yang tinggi.

"Kalau tidak taat kan bahaya, udah bahaya, menular. Seperti kejadian di Pati yang jadi perhatian saya, karena ini dari mudik. Sudah dari mudik, ngundang wong, terus kemudian semua berkumpul, ya sudah," jelasnya.

Oleh karena itu, ia memohon kepada kepada masyarakat untuk bersama-sama untuk saling menjaga agar semuanya sehat dan selamat.

Pada masa Lebaran 2020 kemarin, tercatat ada sekitar 1,2 juta orang yang nekat mudik meskipun sudah dilarang pemerintah. Potensi lolosnya pemudik tersebut bisa kembali terjadi pada tahun ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jateng, Henggar Budi Anggoro mengatakan kemungkinan pemudik lolos bisa saja terjadi. Ia mengandaikan maling dan yang dimaling mestinya lebih pintar malingnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved