Rabu, 27 Mei 2026

Berita Jateng

Gubernur Jateng Sebut Keterisian Tempat Tidur Rumah Sakit di Kudus Sangat Tinggi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, penanganan kasus Covid-19 di Kudus mulai terkendali meskipun keterisian tempat tidur atau

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo didampingi Bupati Kudus, Hartopo saat memantau fasilitas RS Mardi Rahayu untuk penanganan covid. Akhir-akhir ini ada lonjakan kasus covid di Kota Kretek yang berdampak pada tingginya tingkat keterisian tempat tidur isolasi rumah sakit. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, penanganan kasus Covid-19 di Kudus mulai terkendali meskipun keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit masih tinggi.

Ia juga masih terus memantau perkembangan penanganan di sejumlah daerah yang masuk kategori zona merah di Jawa Tengah.

"Kudus sudah mulai manageable, meskipun BOR-nya tinggi banget. Maka kita menyiapkan skenario-skenario untuk bisa melakukan persiapan atau respons yang lebih matang," kata Ganjar, dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/5/2021).

Skenario dilakukan agar semua pihak dapat terlibat dalam penanganan Covid-19 di sejumlah daerah yang mengalami lonjakan.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jateng mengungkapkan keterisian atau okupansi rumah sakit di Kudus diketahui hampir penuh atau 90 persen. Sehingga diperlukan penambahan tempat tidur di rumah sakit.

Ganjar juga mengapresiasi semua kepala daerah bupati dan wali kota di Jawa Tengah yang memiliki respons bagus.

"Saya terima kasih Polri sudah turun dan sense (rasa) dari kawan kepala daerah bagus. Jadi mereka langsung, operasi yustisi dilakukan, masyarakat kita edukasi terus, rumah sakit kita siapkan dengan baik dan kita menunggu apakah bisa berjalan dengan baik," katanya.

Terkait daerah lain yang mengalami peningkatan kasus, Ganjar mengaku masih terus memantau.

Termasuk terakhir ada laporan dari Kota Semarang yang meningkat karena juga menampung pasien dari luar kota.

"Saya senang tadi pagi Wali Kota Semarang menyampaikan siap membantu. Semarang memang naik tapi tidak hanya dari Semarang, ternyata ada juga dari luar Semarang," katanya.

Sebelumnya, Ganjar menyampaikan bahwa ada sekitar delapan daerah yang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Delapan daerah tersebut meliputi Kudus, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Banyumas, Cilacap, Klaten, dan Jepara.

Khusus untuk daerah Banyumas dan Cilacap, Ganjar berpesan agar meningkatkan kewaspadaan karena di sana muncul varian baru yang dibawa oleh ABK kapal pengangkut gula rafinasi dari India.

Selain itu, Ganjar juga berpesan kepada masyarakat agar tetap waspada dan menjaga disiplin protokol kesehatan. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah lonjakan seperti di Kudus.(mam)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved