Sabtu, 30 Mei 2026

Penanganan Corona

Selidiki Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak Tinggi, Ganjar Kerahkan Tim Epidemiolog

Selidiki Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak Tinggi, Ganjar Kerahkan Tim Epidemiolog. covid-19 kudus meroket

Tayang:
Istimewa
Gubernur Ganjar saat memantau fasilitas kesehatan di Kudus untuk perawatan pasien Covid-19. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menurunkan tim ahli untuk meneliti penyebab kasus Covid-19 di Kudus melonjak.

Hingga saat ini, pihaknya belum tahu secara pasti penyabab tingginya kasus corona di Kota Kretek ini.

Tim yang dikerahkan Ganjar adalah ahli epidemiologi atau disebut epidemiolog.

"Ini baru saya minta ke epidemolog untuk meneliti apakah karena mudik atau transmisi lokal," kata Ganjar, Rabu (2/6/2021).

Terkait penyebab kasus dikarenakan mudik, ia menceritakan pengalaman kasus di Kabupaten Pati dimana ada seseorang warga yang mudik.

Dari situ, warga tersebut terpapar corona dan menularkan warga yang lain.

Ia ingin mengetahui apakah mungkin kasus di Pati ini juga terjadi di Kudus atau tidak.

"Saya khawatir (mereka yang di Kudus) ini juga bergerak terus menularkan."

"Tapi saya juga minta diteliti apakah transmisi lokal juga terjadi. Saya minta epidemolog untuk meneliti," tegasnya.

Sejalan dengan hal itu, kata dia, tracing menjadi penting. Dari situ, bisa diketahui riwayat perjumpaan.

"Dari situ bisa menjawab dari mana (penyebabnya)," tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, dugaan sementara melonjaknya kasus Kudus dikarenakan transmisi lokal yang terjadi usai peniadaan mudik berakhir.

"Kasus Kudus melonjak mulai 18 Mei setelah peniadaan. Kurva setelah 18 Mei meningkat."

"Peningkatan kasus dan erakhirnya peniadaan mudik, ada korelasi," jelasnya.

Ketika ditanya apakah dugaan penularan dari perantau atau pemudik yang menjadi penyebab utama, Yulianto menuturkan lonjakan kasus yang paling berpengaruh dari transmisi lokal.

Tingginya mobilitas warga Kudus serta warga di sekitarnya diduga berkontribusi terhadap kenaikan kasus.

Karenanya, warga yang terpapar covid tergolong usia produktif.

"Sebelumnya kan seperti itu, kalau ada momen libur panjang, selalu begitu (lonjakan kasus). Semoga tidak lama."

"Namun, secara harian, kurva di Kudus menurun, puncaknya pada 28 Mei kemarin," imbuhnya.(mam)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved