Berita Jateng
Tenaga Kesehatan di Cilacap Dipastikan Tak Terpapar Varian Baru Covid-19 India
Sebanyak 42 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cilacap terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diketahui kontak erat dengan anak buah kapal (ABK)
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Sebanyak 42 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cilacap terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diketahui kontak erat dengan anak buah kapal (ABK) dari klaster covid kapal Hilma Bulker milik Filipina.
Kapal berbendera Panama tersebut secara berkala mengirimkan gula rafinasi dari India yang diturunkan di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.
Diketahui, dari 20 orang ABK, 13 diantaranya terpapar Covid-19 varian baru yakni B1617. Satu ABK meninggal dunia dan dilakukan kremasi. Abunya sudah dikirimkan ke Filipina.
Hasil pemeriksaan genome sequencing pada 13 ABK Filipina yang positif covid tersebut menunjukan hasil bahwa mereka terpapar virus varian baru dari India yakni B.1.6.1.7.
Sementara, untuk hasil tes kepada sejumlah tenaga kesehatan di RSUD Cilacap yang terkonfirmasi positif Covid-19, dinyatakan tak terpapar virus varian baru.
"Setelah kita tes, nakes yang tertular dari pasien ABK Filipina itu, alhamdulillah tidak ada varian baru. Setelah kita tes genome squencing, tidak terpapar itu," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dalam pernyataan tertulis, Selasa (1/6/2021).
Pengetesan genome squencing itu dilakukan pada 12 nakes. Sesuai hasil swab PCR, 12 nakes itu yang diduga terjangkit virus varian baru. Pengetesan dilakukan di laboratorium Universitas Gadjah Mada.
Meski begitu, Ganjar menegaskan bahwa varian baru Covid-19 asal India itu sudah ada di Jawa Tengah.
Kasus itu dibawa oleh para ABK berkewarganegaraan Filipina yang bongkar muat di pelabuhan Cilacap.
"Sudah ada (varian baru), kan sudah ada yang meninggal. Tapi orang Filipina. Hanya ABK itu saja (yang terpapar varian baru Covid-19)," imbuhnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yulianto Prabowo menambahkan, terkait kasus penularan covid di Cilacap, pihaknya telah melakukan tracing kepada nakes. Sebanyak 42 nakes positif, pemeriksaan tidak sampai di situ. Setelah tracing dilakukan, ada tambahan lima nakes positif.
Kemusian, pada 26 Mei kemarin ada tambahan lagi sehingga total sementara ada 52 nakes yang positif.
"Namun, dari jumlah itu, 23 orang sudah sembuh atau dinyatakan negatif. Tracing juga dilakukan untuk layer kedua dan ketiga. Tracing terus kami lakukan," jelasnya.
Layer kedua dan ketiga yang dimaksud yakni, penelusuran dilakukan hingga keluarga dan kontak erat nakes.
Yulianto menuturkan, saat ini masih ada nakes yang dilakukan pemeriksaan. Meskipun sudah dinyatakan negatif, mereka akan melakukan pengecekan kedua.
"Sementara, nakes yang butuh perawatan ada 18 orang. 8 orang di RS Priscilla Medical Center Hospital (PMC) Cilacap dan 10 orang RS Cilacap. Mereka mengalami gejala ringan," imbuhnya.(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/ilustrasi-perawatan-pasien-terinfeksi-virus-corona-pasien-covid-19.jpg)