Berita Nasional

Bantu Purna PMI, Program Kartu Prakerja Rangkul BP2MI, Ini Kata Denni Purbasari

Bantu Perekonomian Purna PMI, Program Kartu Prakerja Rangkul BP2MI, Ini Kata Denni Purbasari

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: yayan isro roziki
Istimewa
Training for Trainers (TOT) Program Kolaborasi Kartu Prakerja untuk Purna PMI di Jakarta, Kamis (3/2021) kemarin. 

TRIBUNPANTURA.COM - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menggandeng Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk lebih memperkenalkan Program Kartu Prakerja kepada Purna Pekerja Migran Indonesia (Purna PMI).

Langkah awal terobosan kedua pihak dilakukan dengan menggelar Training for Trainers (TOT) Program Kolaborasi Kartu Prakerja untuk Purna PMI di Jakarta, Kamis (3/2021) kemarin.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, program ini dimaksudkan untuk membantu para Purna PMI, di tengah ketidakpastian perekonomian mereka.

“Kita di sini hadir untuk membantu saudara-saudara kita Purna PMI yang membutuhkan bantuan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi dan harus pulang dari negara tempat bekerja ke tanah air,” katanya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/6/2021).

Menurut Denni, para Purna PMI ini perlu dibantu untuk mendapatkan mata pencaharian baru.

Di ekosistem Prakerja terdapat berbagai jenis pelatihan, mulai dari pertanian, nanny sampai dengan kewirausahaan.

Persoalannya, diantara Purna PMI ada yang memiliki keterbatasan literasi digital, sarana, maupun prasarana untuk mendaftar dan mengikuti pelatihan online Prakerja.

“Untuk itu, kami mendukung pelatihan pendaftaran Program Kartu Prakerja bagi pegawai BP2MI Pusat yang nantinya akan menjadi pelatih bagi staf di 92 UPT BP2MI yang akan menjadi garda terdepan layanan kepada Purna PMI,” ungkapnya.

Doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder Amerika Serikat ini memaparkan, apapun status dan sektor pekerjaan kita, penganggur atau bukan, semua membutuhkan multiketerampilan atau skills.

“Seorang wirausaha pun perlu tahu pemasaran, know how to produce, marketing, keuangan, dan lain-lain."

"Keterampilan harus terus kita update dan upgrade karena tantangan kerja akan terus berubah,” tegasnya.

Di ekosistem pelatihan Kartu Prakerja menyediakan berbagai pelatihan, baik hard skill atau technical skill, maupun soft skill, yang dapat dipilih sendiri oleh para penerima Kartu Prakerja sesuai minat, bakat, dan kebutuhan peserta, termasuk bagi Purna PMI.

“Ada 1.561 pelatihan dari 179 lembaga pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja yang bisa dipilih untuk menjadi pekerja atau karyawan, maupun wirausaha,” kata Denni.

Deputi Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 ini menekankan bahwa pelatihan di Kartu Prakerja dinilai sangat bagus berdasarkan rating dan ulasan dari para peserta yang jumlahnya mencapai 8,2 juta orang.

“Rating pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja 4,8 dari skala 5. Survei Cyrus Network pada Mei 2021 menyebutkan 98,7 persen responden merasa mendapat manfaat dari pelatihan Kartu Prakerja."

"Survei ini juga mengungkapkan bahwa 92,6 persen penerima Kartu Prakerja merasa bahwa ilmu yang didapatkan dalam pelatihan Kartu Prakerja bisa diaplikasikan di tempat kerja atau tempat usaha,” urainya.

Selain itu, tambah Denni, hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2021 dari Badan Pusat Statistik yang baru dirilis Mei lalu menyebut bahwa 90,97 persen penerima Kartu Prakerja menganggap program ini dapat meningkatkan keterampilan kerja mereka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved