Berita Jateng
Gubernur Ganjar Tanam Mangrove di Peringatan Hari Lahir ke-120 Bung Karno
Desa Bedono, Sayung, Demak merupakan satu daerah yang terkena dampak penurunan muka tanah atau land subsidence.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Desa Bedono, Sayung, Demak merupakan satu daerah yang terkena dampak penurunan muka tanah atau land subsidence.
Walhasil menjadi langganan rob.
Bahkan, sebagian daratan sudah tenggelam sehingga memaksa sejumlah kepala keluarga harus pindah ke lokasi yang lebih tinggi.
Di Jawa Tengah, penurunan muka tanah yang parah, selain di Demak yakni di Kota Semarang dan Kota Pekalongan. Bahkan, di Pekalongan memiliki penurunan muka tanah tertinggi di dunia yakni 1-20 sentimeter pertahun.
Bertepatan dengan hari lahir Soekarno sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo beserta istri, Siti Atikoh menanam mangrove di area land subsidence, Dukuh Pandansari, Desa Bedono, Sayung, Demak, Minggu (6/6/2021).
"Mumpung kemarin pas peringatan hari lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno, ini saya pakai kausnya Bung Karno. Kita juga bicara Pancasila dalam implementasinya, ini sama. Kalau menanam ini nanti lahirlah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia karena butuh adil, lingkungannya terjaga, dan tidak tenggelam," kata Ganjar, dalam keterangan tertulis.
Ganjar menjelaskan, daerah tersebut merupakan area rawan tenggelam karena mengalami penurunan muka tanah atau land subsidence cukup parah.
Karena itu, memerlukan perhatian dari semua kalangan untuk bersama menggalakkan penanaman mangrove.
Selain bisa menjaga lingkungan, penanaman itu juga bisa bermanfaat bagi warga sekitar sehingga nilai keadilan sosial bisa terwujud.
"Kita lihat yang di sana itu, 20 tahun lalu sawah dan sekarang sudah tenggelam. Ini persoalan serius maka kita bersama bupati, camat, kepala desa, masyarakat bahkan anak-anak sekolah menanam mangrove. Ini juga akan banyak hikmahnya, kalau ada mangrove maka nanti ikannya juga bisa banyak, lingkungan terjaga," ujarnya.
Selain itu, Ganjar juga berpesan dan mengajak masyarakat untuk mulai bersama menjaga lingkungan. Hal itu bisa dilakukan dengan tindakan yang mudah atau sederhana. Misalnya, mulai memilah dan mengolah sampah dari rumah.
"Kita butuh dukungan masyarakat. Sebentar lagi kita akan ada kongres sampah, mudah-mudahan kita punya formula yang disepakati oleh masyarakat," imbuhnya.(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/gubernur-jateng-ganjar-dan-istri-sedang-menanam-mangrove-di-wilayah.jpg)