Berita Slawi
Banyak Pengunjung Tidak Mengetahui Objek Wisata Guci Tegal Tutup Sementara
Penutupan Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal sejak tanggal 8-21 Juni 2021 ternyata belum diketahui oleh banyak pengunjung terutama yang berasal dari lu
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
Penulis: Desta Leila Kartika
TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Penutupan Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal sejak tanggal 8-21 Juni 2021 ternyata belum diketahui oleh banyak pengunjung terutama yang berasal dari luar kota Tegal.
Hal ini terlihat banyaknya kendaraan yang diminta putar balik oleh petugas yang berjaga di pintu utama wisata, Minggu (13/6/2021).
Saat Tribunjateng.com tiba di lokasi, terlihat banyak kendaraan pengunjung yang antre di depan pintu masuk utama objek wisata Guci. Seperti mobil pribadi, travel, dan sepeda motor.
Kendaraan didominasi plat dari luar Kabupaten Tegal seperti B, E, R, H, AB, S, dan plat area Tegal sekitarnya (plat G).
Kebanyakan dari pengunjung mengaku tidak mengetahui semisal objek wisata Guci ditutup sementara. Sehingga mereka tetap ke lokasi untuk berwisata bersama keluarga.
Adapun penutupan objek wisata ini dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal yang saat ini masuk zona merah.
Penutupan ini juga termasuk dalam gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19, yang tertera dalam Surat Edran Bupati nomor 443.5/B.848 tahun 2021.
Tidak hanya objek wisata Guci yang ditutup, tapi wisata lainnya yang dikelola Pemkab, Pemerintah Desa, Perorangan, dan lain-lain juga ditutup sementara selama dua minggu sejak tanggal 10-23 Juni 2021.
Termasuk menutup fasilitas umum di Kabupaten Tegal yang rawan kerumunan di antaranya Alun-alun Hanggawana Slawi, Taman Bunga, Trasa, Alun-alun Depan Rumah Dinas Bupati, dan sebagainya.
"Saya tidak tahu sama sekali misal wisata Guci ditutup. Dari jalan menuju wisata pun tidak ada papan imbauan atau petugas yang menginformasikan sehingga kami pikir dibuka. Ya saya kecewa lah, sudah jauh-jauh dari Palimanan Cirebon sampai sini malah tutup dan diminta putar balik," ungkap salah satu pengunjung wisata Guci asal Palimanan, Wahid.
Karena ditutup dan diminta putar balik oleh petugas, akhirnya Wahid dan keluarganya berjumlah lima orang terpaksa menurut saja.
Berangkat dari Palimanan pagi hari sekitar 06.30 WIB dan merasa kelelahan, Wahid dan keluarga memilih istirahat dahulu di depan pintu masuk Guci.
"Iya ini nanti putar balik, gatau mau langsung pulang atau cari wisata lainnya. Tadi juga tidak kepikiran cari info di google atau lainnya, karena tujuannya mau ke Guci pengin mandi air panas bersama keluarga," ujarnya.
Tidak hanya Wahid, banyak pengunjung lain yang juga menyayangkan kurangnya informasi atau papan pengumuman terkait penutupan wisata Guci.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/suasana-terkini-di-area-objek-wisata-guci-kabupaten-tegal-minggu-1362021.jpg)