Penanganan
Dinkes Jateng Minta Pemkab Kudus Hentikan Pengiriman Pasien Corona ke Luar Daerah, Ada Apa?
Dinkes Jateng Minta Pemkab Kudus Hentikan Pengiriman Pasien Corona ke Luar Daerah, Begini ALasannya
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: yayan isro roziki
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Sejumlah rumah sakit dan tempat isolasi terpusat untuk pasien yang terpapar Covid-19 diketahui penuh.
Bahkan, di sejumlah tempat, sempat membludak sehingga pasien tidak tertampung.
Membludaknya pasien disebut lantaran rujukan dari Kudus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo tidak menampik lonjakan pasien di sejumlah rumah sakit dan tempat isolasi terpusat seperti di Semarang berasal dari Kudus.
Yulianto mengungkapkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Kudus diminta untuk tidak mengirimkan pasien covid ke daerah lain.
Termasuk ke tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan Boyolali.
"Kemarin, pak gubernur (Ganjar Pranowo) ke Kudus, ternyata di sana, memiliki bangunan rusunawa dengan kapasitas banyak sekali, namun hanya terisi sedikit sekitar 20 kamar."
"Terus setiap kecamatan juga mempunyai bangunan kosong yang bisa digunakan untuk ruang isolasi," kata Yulianto, Selasa (15/6/2021).
Bangunan rusunawa atau tempat isolasi tersebut tentu saja untuk pasien yang memiliki gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG).
Warga diminta untuk tidak melakukan isolasi mandiri lantaran tidak mendapatkan pengawasan dari tenaga kesehatan.
Untuk yang memiliki gejala, tetap harus dirujuk ke rumah sakit.
Jika sudah parah, dianjurkan untuk dirujuk ke rumah sakit yang ada di kota besar dengan sarana dan prasarana memadai seperti di Kota Semarang.
"Pak gubernur meminta (ruang isolasi) di Kudus diisi dulu, sebelum dibawa ke daerah lain atau Donohudan. Kalau tidak muat, baru silakan ke Donohudan," tandasnya.
Menurutnya, berdasarkan inventarisasi pihaknya, setiap kecamatan terdapat bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk ruang isolasi.
Misalnya, bangunan sekolah yang tidak digunakan lantaran penerapan pembelajaran jarak jauh atau daring.
"Sebenarnya banyak (bangunan untuk isolasi), bisa hotel, sekolahan, bisa rumah penduduk yang diwakafkan untuk isolasi, banyak sebenarnya potensi cuma belum dimanfaatkan," imbuhnya.(mam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/kepala-dinas-kesehatan-provinsi-jateng-yulianto-prabowo.jpg)