Breaking News:

Berita Slawi

Gerakan Peduli untuk Pedagang Sayur dan Manisan di Objek Wisata Guci

Kebijakan Pemkab Tegal menutup sementara objek wisata selama dua minggu terhitung sejak 10-23 Juni 2021 untuk menekan penularan Covid-19.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Pembeli sedang memilah sayuran milik pedagang yang biasanya berjualan di area objek wisata Guci. Karena ditutup sementara maka pihak Disporapar Kabupaten Tegal membantu dengan membentuk GPP (Gerakan Peduli Pedagang). 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI – Kebijakan Pemkab Tegal menutup sementara objek wisata selama dua minggu terhitung sejak 10-23 Juni 2021 untuk menekan penularan Covid-19 membuat sejumlah pelaku usaha ikut terdampak, termasuk pedagang sayur di objek wisata Guci yang biasa menjual hasil buminya pada wisatawan. 

Sebagai alternatifnya, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal berinisiatif membantu penjualan komoditas sayur milik pedagang tersebut langsung ke konsumen.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Wilayah Tegal Raya Minggu (20/6/2021), Waspada Hujan Lebat

Baca juga: Berikut Prakiraan Cuaca BMKG di Pekalongan Raya, Minggu 20 Juni 2021

Baca juga: Hujan Ringan Hingga Sedang Hari, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Kabupaten Batang Minggu 20 Juni 2021

Baca juga: Jadwal Samsat Keliling Kabupaten Tegal Hari Ini, Minggu (20/6/2021) Ada di Satu Lokasi.

Gayung pun bersambut, lewat gerakan peduli pedagang (GPP), ratusan paket sayur dari pedagang Guci berhasil terjual setiap harinya. 

Kepala UPTD Pengelolaan Objek Wisata Ahmad Abdul Khasib, yang juga penggagas gerakan ini mengungkapkan, jika pihaknya hanya ingin membantu agar dampak dari penutupan objek wisata tidak sampai mematikan pendapatan pedagang yang mengandalkan penghasilan harian.

“Sejak mendengar adanya rencana penutupan objek wisata ini kami segera berkomunikasi baik di lingkup internal maupun bersama komunitas pedagang di objek wisata Guci, meskipun baru penjual sayur, buah dan manisan karena komoditas ini cenderung mudah busuk, tidak bisa disimpan untuk jangka waktu lama," jelas Khasib, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (20/6/2021). 

Khasib mengungkapkan, penjualan sayur ini awalnya hanya untuk melayani pemesanan internal di lingkup instansi pemerintah daerah saja dengan cara pesan antar. Tapi sekarang melebar hingga instansi swasta.

“Awal pemasarannya hanyalah antar teman, antar dinas. Kita nitip pesan untuk dibantu menjualkan paket sayuran tersebut. Tapi kian waktu permintaan terus meningkat hingga menjangkau kawan-kawan di intansi swasta khususnya di Kota Slawi,” ujarnya.

Setiap paket sayuran dijual seharga Rp 15 ribu, sedangkan untuk buah dan manisan dijual antara Rp 15 ribu hingga Rp 100 ribu, tergantung kesepakatan pedagang dengan pemesan. 

Pihaknya juga tidak mengambil untung dari transaksi penjualan sayuran tersebut karena niatnya hanyalah membantu meringankan beban warga pedagang sayur Guci.

Melihat animo konsumen yang melonjak tajam, terhitung sejak Senin (14/6/2021) lalu, skema penjualannya diubah menjadi direct selling atau penjualan langsung. 

Konsumen dapat membelinya di halaman belakang kantor Disporapar Kabupaten Tegal dari pukul 11.00 WIB sampai 15.00 WIB.

Baca juga: Kisah Cinta Sehidup Semati, Dua Sejoli Tewas Terseret Ombak Pantai

Baca juga: Truk Muatan Gandum Tabrak Mikrobus di Brebes, 1 Orang Meninggal Dunia 

Baca juga: Bek Tengah Borneo FC Merapat ke Persijap Jepara

“Setiap harinya, tidak kurang 172 paket sayuran dan puluhan kilogram buah serta manisan terjual habis. Di sini, sayuran sudah dikemas dalam bentuk paket oleh pedagang yang isinya aneka jenis sayuran segar. Jadi konsumen tidak bisa memilih semisal untuk jenis sayuran tertentu saja, harus satu paket,” tuturnya.

Disinggung tentang omset penjualan sepankang GPP ini, Khasib menyampaikan nilai transaksi yang berhasil dibukukan lebih dari Rp 10 juta. 

“Rencananya GPP ini akan berjalan hingga Rabu (23/6/2021) mendatang,” imbuhnya. (dta) 

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved