Selasa, 19 Mei 2026

Berita Batang

Lewat Teatrikal Virtual, Seniman Batang Edukasi Bahaya Covid-19

Pandemi Covid-19 masih belum usai, bahkan baru-baru ini menunjukkan peningkatan di sejumlah negara termasuk di Indonesia.

Tayang:
Penulis: dina indriani | Editor: Rival Almanaf
Istimewa
Para Seniman Batang saat latihan untuk pementasan virtual mengenai bahaya Covid-19. 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNPANTURA.COM,BATANG - Pandemi Covid-19 masih belum usai, bahkan baru-baru ini menunjukkan peningkatan di sejumlah negara termasuk di Indonesia.

Merasa prihatin akan pandemi yang belum berlalu membuat para seniman Kabupaten Batang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Media Tradisional (FKMETRA) di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ikut mengambil peran untuk mengedukasi masyarakat akan bahaya virus Covid-19.

Melalui sebuah pementasan secara virtual dikolaborasikan dengan tradisi berbalut kearifan lokal “Tahu Robyong”.

Baca juga: Jenazah yang Dimakamkan dengan Protokol Bertambah, PMI Kabupaten Pekalongan Tambah Relawan Pemakaman

Baca juga: Motivasi Gareth Bale Rusak Dominasi Italia di Grup A Euro 2020

Baca juga: Cucu Aniaya Nenek Gara-gara Obat Cacing

Sutrada pementasan, Ahmad Zaenuri selaku sutradara, mengatakan alasan terbesarnya yaitu merangkul para pelaku seni dalam naskahnya yang berjudul “Panjang Pagebluk”.

"Virus Korona itu masih aktif, bahkan disinyalir ada varian baru bernama Delta dan sampai sekarang kabupaten/kota lain juga masih berjuang melawannya," ujarnya, Minggu (20/6/2021).

Menurut dia, virus ini harus ditangani bersama-sama, kalau pemerintah saja tidak bisa. 

Tentu butuh keterlibatan masyarakat, salah satunya para seniman tradisional.

“Kami di sini mencoba mementaskan seni tradisi selamatan Tahu Robyong, yang digunakan untuk mengawali aktivitas setelah libur puasa atau hari raya,” ujarnya.

Dijelaskannya, Tahu Robyong memiliki makna filosofi tinggi, bagaimana membuat tahu berkualitas.

Prosesnya tidak jauh berbeda dengan mencetak manusia yang baik atau hebat.

“Pementasan ini nantinya merupakan bukti kami ikut berpartisipasi mengkampanyekan bahwa virus korona itu betul-betul ada di tengah kita.

Tapi masih ada saja yang tidak percaya, maka lewat pementasan ini semoga masyarakat memiliki kesadaran,” imbuhnya.

Kepala Seksi Kehumasan dan Kemitraan Komunitas, Agung Megantoro menambahkan komunitas seni yang ada di Kabupaten Batang memang merupakan sarana potensial untuk menyosialisasikan program-program pemerintah, karena akan lebih mudah dipahami masyarakat.

Pemahaman tentang Covid-19 yang masih menyebar di Jawa Tengah, akan bisa dimengerti dengan bahasa dan budaya keseharian mereka, salah satunya upacara selamatan Tahu Robyong. 

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved