Breaking News:

Penanganan Corona

Penutupan Tempat Wisata di Kabupaten Tegal Diperpanjang, Begini Response Para Pedagang

Kembali diperpanjangannya Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 sampai 5 Juli 2021.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Rival Almanaf
Tribun Pantura/ Desta Leila
Suasana di Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal sebelum ada kebijakan penutupan sementara dalam rangka Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 yang tertera dalam Surat Edaran Bupati nomor 443.5/B.896 tahun 2021.  

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Kembali diperpanjangannya Gerakan Kabupaten Tegal Bangkit Melawan Covid-19 sampai 5 Juli 2021 dirasa memberatkan, terutama bagi pelaku wisata seperti pedagang di area objek wisata Guci karena kembali tidak bisa berjualan. 

Kehilangan pendapatan sejak awal gerakan dicanangkan pada 10 Juni 2021 lalu dan diperpanjang lagi sampai 5 Juli 2021, Pedagang Pisang dan Oleh-oleh di Objek Wisata Guci, Ipah, mengaku sangat keberatan karena ia tidak bisa berjualan sehingga stok pisang yang ia miliki busuk dan pada akhirnya merugi. 

Ipah pun berharap Pemkab Tegal mengizinkan tempat wisata beroperasi (buka) seperti biasa.

Baca juga: Seorang Pria Meninggal Mendadak Saat Mau Sarapan‎ di Warung Maka

Baca juga: Kapolresta Solo Pastikan Kasus Perusakan 12 Makam di Mojo Pasar Kliwon Tetap Berlanjut 

Baca juga: Kawah Sikidang dan Objek Wisata Dieng yang Dikelola Pemkab Banjarnegara Tetap Buka

"Selama penutupan saya tidak berjualan akhirnya stok pisang yang ada di rumah pada busuk. Kenapa tidak berjualan di tempat lain, misal di pasar harusnya punya lapak jualan, mau asal jualan saja juga tidak bisa karena ada paguyuban yang mengatur. Ya saya harap ada keringanan dari pemerintah supaya tempat wisata bisa dibuka lagi, karena kasihan pedagang tidak ada pemasukan dan merugi," ungkap Ipah, pada Tribunjateng.com, Kamis (24/6/2021).

Mengira tempat wisata akan kembali buka pada 24 Juni 2021 karena sesuai Surat Edaran pertama berakhir pada 23 Juni 2021, Ipah sudah terlanjur menerima kiriman pisang sebanyak 37 tundun ternyata penutupan wisata diperpanjang. 

Padahal per tundun dihargai Rp 100 ribu, jadi jika dihitung Rp 100 ribu dikali 37 paling tidak kerugian Rp 3,7 juta. 

Alhasil sampai sekarang ia belum bisa membayar ke pengirim karena belum ada uang untuk dibayarkan. 

"Kalau membahas kerugian ya lumayan, karena saya kan pisang nya juga mengambil dari orang lain. Sekali angkut bisa 30 tundun lebih itu untuk seminggu dan kalau wisata buka, misal tutup ya pasti saya rugi. Rata-rata jika dihitung selama wisata tutup saya rugi Rp 100 - 200 ribu per hari," terangnya. 

Selama Objek Wisata Guci tutup, Ipah mengaku tidak ada kegiatan lain alias menganggur. Begitu juga sang suami karena selama ini kegiatannya membantu Ipah di lapak jualannya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved