Senin, 1 Juni 2026

Berita Jateng

Tarif Tol Semarang-Solo Naik Per 27 Juni 2021, saat Covid Melonjak Tinggi, DPRD Jateng: Tak Tepat

Tarif Tol Semarang-Solo Naik Per 27 Juni, saat Covid Melonjak Tinggi, DPRD Jateng: Tak Tepat

Tayang:
Istimewa
Wakil Ketua Komisi D (Bidang Infrastruktur) DPRD Provinsi Jateng, Hadi Santoso. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Tarif Tol Semarang- Solo direncanakan naik mulai 27 Juni 2021 besok pukul 00.00 WIB.

Kepastian tersebut sudah dikonfirmasi oleh akun media sosial milik anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk di akun Instagram @official.jasamargatransjawatol pada unggahan mereka.

Penyesuaian tarif ini berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 752/KPTS/M/2021 tertanggal 9 Juni 2021.

Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Komisi D (Bidang Infrastruktur) DPRD Provinsi Jateng, Hadi Santoso berharap, pemerintah pusat bisa membatalkan kenaikan tarif Tol Semarang- Solo.

Alasannya, karena akan menambah beban masyarakat kecil di tengah pandemi.

"Ikut prihatin akan matinya hati nurani pengelola Tol Semarang- Solo."

"Di tengah pandemi yang sedang naik, ekonomi terpuruk, malah mengambil kebijakan menaikan beban rakyat dengan menaikkan tarif tol, batalkan sampai kondisi lebih baik," kata Hadi, Jumat (25/6/2021).

Jalan Tol Semarang- Solo melintasi sejumlah daerah antara lain Ungaran atau Kabupaten Semarang, Salatiga, dan Boyolali. Tol ini terkenal dengan pemandangan Gunung Merbabu.

Ruas tol 72,64 kilometer ini juga merupakan bagian dari ruas Tol Trans-Jawa. Dengan tarif baru ini, praktis biaya melintasi Tol Trans-Jawa jadi lebih mahal.

Rencana kenaikan mulai dari jarak terdekat Rp1.000 hingga Rp10.000 pertransaksi.

Misalnya, kendaraan Golongan I (sedan, jip, pikap, minibus, dan bus) yang akan menempuh jarak terjauh dari gerbang Tol Banyumanik menuju gerbang Tol Kartasura atau sebaliknya yang sebelumnya Rp65.000 naik menjadi Rp75.000.

Hadi menilai keluarnya Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang penyesuaian tarif Tol Semarang- Solo ini tidak memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.

"Pasti hal ini akan menambah pengeluaran masyarakat terutama biaya mobilisasi yang akan berimplikasi pada kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan masyarakat," tegas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menurutnya, kenaikan tarif tol ini tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah hari ini yang berupaya menekan beban masyarakat.

"Subsidi digelontor di satu sisi, tapi beban transportasi dinaikkan, ini menunjukkan ketidakkonsistenan pemerintah," ujar legislator asal Wonogiri ini.

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved