Berita Jateng
Hewan Kurban Masuk Jateng Harus Dilengkapi Surat Keterangan Sehat, Pedagang Bandel Bisa Dijerat
Hewan Kurban Masuk Jateng Harus Dilengkapi Surat Keterangan Sehat, Pedagang Bandel Bisa Dijerat
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: yayan isro roziki
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Jelang Iduladha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah mengeluarkan aturan khusus di masa pandemi ini, agar memotong hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
Hal itu agar terjamin kebersihan dan kesahan hewan kurban yang disembelih.
Meskipun pemotongan dilakukan di pelataran masjid atau musala atau tempat khusus yang disediakan, protokol kesehatan harus diterapkan.
Semisal, selalu pakai masker, jaga jarak dan sebagainya.
Kepala Disnakkeswan Jateng, Lalu M Syafriadi menuturkan, untuk menjamin bahwa hewan kurban sehat, juga harus disertakan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
"Kami mengimbau kepada penjual, agar semua hewan dilengkapi SKKH dari dokter hewan asal hewan itu berasal."
"Ini wajib dan penting. Ada aturannya dan pasal-pasal terkait itu, aparat bisa masuk untuk menjerat pedagang yang bandel menggunakan pasal itu," kata Lalu, Selasa (29/6/2021).
SKKH tersebut, lanjutnya, merupakan bentuk garansi bahwa hewan kurban yang dijual itu sehat dan memenuhi unsur bahwa hewan layak untuk dikurbankan.
Namun secara fisik, Lalu menyebutkan ada beberapa ciri-ciri yang bisa menjadi patokan bahwa hewan kurban tersebut sehat.
Antara lain matanya yang cerah berbinar tidak layu, kulitnya terlihat berminyak dan segar, tujuh lubang yang ada pada tubuh hewan kurban tidak mengeluarkan lendir.
"Sebelum pemotongan dicek dulu antemortem-nya. Shohibul qurban harus minta SKKH kepada penjualnya."
"Harus yakin bahwa hewan yang disembelih itu sehat. Biat mantap."
"Masa mau berkurban kurang yakin dengan hewan kurbannya itu. Pastikan sehat," tandasnya.
Pihaknya juga akan bekerja sama dengan dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia di Jateng untuk melakukan jemput bola kepada para penjual hewan kurban.
Tim nantinya akan memeriksa hewan kurban.
Jika terbukti sehat dan belum mengantongi SKKH, nantinya akan diberikan langsung di lokasi surat keterangan sehat hewan kurban tersebut.
Terkait jumlah ketersediaan hewan kurban di Jateng, Lalu menegaskan bahwa stok untuk Iduladha sangat cukup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/eternak-sapi-pasar-hewan-ternak-randudongkal-pemalang.jpg)