Selasa, 2 Juni 2026

Berita Jateng

Litbang RSI Banjarnegara Kreasikan Konsentrator Oksigen Berbahan Aerator

Oksigen  jadi kebutuhan vital pasien, khususnya pasien Covid 19. Di tengah banyaknya pasien sesak nafas hingga isu kelangkaan oksigen, muncul

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
IST
Oksigen konsentrator kreasi staf Litbang RSI Banjarnegara berbahan aerator. 

TRIBUNPANTURA.COM, BANJARNEGARA - Oksigen  jadi kebutuhan vital pasien, khususnya pasien Covid 19. Di tengah banyaknya pasien sesak nafas hingga isu kelangkaan oksigen, muncul inovasi di dunia medis untuk membantu pernafasan pasien. 

POCBIH  (Portable Oxygen Concentrator Banjarnegara Islamic Hospital) namanya. Alat portabel kreasi Litbang RSI Banjarnegara ini berguna untuk membantu pasien covid 19 agar bisa bernafas saat dilanda sesak nafas.

Direktur RSI dr Agus Ujianto SpB mengatakan, alat ini sangat membantu pasien covid 19 bergejala ringan, serta pasien asma hingga TBC yang membutuhkan bantuan oksigen dalam waktu lama. 

"Mudah sekali selama ada listrik dan air steril yang bisa diisi ulang berkali kali," kata Agus, Senin (12/7/2021) 

Alat ini bisa mendukung terapi inhalasi untuk pasien.  Alat itu bisa ditambahkan  minyak esensial, minyak kayu putih, untuk melegakan pernafasan. 

Menariknya, alat ini bukan hanya bisa diaplikasikan untuk pasien di rumah sakit, namun juga di rumah karena alatnya ringan dan portable. 

Kreator dari Litbang Pemeliharaan Alat dan Gas Medik RSI  Evan Wisik mengatakan, inovasi pihaknya menggunakan alat sederhana yang sudah diteliti selama dua bulan dan dirakit dua mingguan. 

Komponen yang dibutuhkan untuk membuat alat itu berupa dua aerator yang biasa digunakan di akuarium ikan, selang berukuran 0.25 mm, serta flow meter yang berguna mengukur aliran udara yang masuk ke tubuh. Dalam flow meter terdapat gelas ukur yang ada air steril.

"Jadi manfaat alat ini, membantu pasien yang alami kesulitan bernafas, sebagai penghasil oksigen murni. Hanya saja alat sederhana ini bersifat membantu masuknya oksigen sebagaimana bernafas normal. Kalau dilihat ukurannya sekitar  21 persen," kata Evan.

Cara kerja alat ini, udara bebas masuk ke dua aerator, kemudian disalurkan melalui selang ke flow meter, dimana disitu ada air steril. Melalui selang yang sudah terhubung alat pengukurnya, oksigen disalurkan melalui selang ke hidung pengguna. 

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved