Berita Kajen

Capaian Vaksinasi Pelajar di Pekalongan Rendah, Haryanto: Siswa Mengaku Tak Dapat Izin Orangtua

Capaian Vaksinasi Pelajar di Pekalongan Rendah, Haryanto: Siswa Mengaku Tak Dapat Izin Orangtua

Tribunpantura.com/Indra Dwi Purnomo
Pelajar SMAN 1 Bojong mengikuti vaksinasi Covid-19 di aula sekolah, Senin (19/7/2021). 

Tidak mendapat izin orangtua, menjadi satu di antara penyebab rendahnya capaian vaksinasi pelajar di Kabupaten Pekalongan. Hingga kini, capaian vaksinasi baru 39 persen dari target.

TRIBUNPANTURA.COM, KAJEN - Capaian vaksinasi pertama untuk usia 12 tahun hingga 17 tahun, khususnya pelajar, di Kabupaten Pekalongan masih rendah.

Dari target perdana 1.630 pelajar, realisasinya baru mencapai 39 persen.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho saat dihubungi Tribunpantura.com, Jumat (23/7/2021) siang.

"Berdasarkan laporan dari kepala sekolah, realisasi vaksinisasi perdana untuk pelajar di SMAN 1 Bojong dan SMKN Kedungwuni 1 masih kurang menggembirakan."

"Sebab, baru mencapai sekitar 39 persen dari yang ditargetkan pada saat itu," ungkap Plt Kadindikbud Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho.

Menurutnya, pelajar yang tidak hadir di antaranya beralasan sedang sakit, tidak mendapat ijin orangtua, dan ada yang takut atau phobia dengan jarum suntik.

"Hal ini tentu sangat disayangkan, terutama yang beralasan takut jarum suntik."

"Oleh karena itu, kami sudah lakukan evaluasi bersama kepala sekolah, bahwa kita harus lebih intensif memberikan edukasi kepada siswa maupun orangtua siswa."

"Agar para orangtua ini justru mendorong dan mengijinkan anak-anaknya untuk bersedia serta siap divaksin," ujarnya.

Haryanto menjelaskan sesuai arahan bupati bahwa vaksin ini diwajibkan untuk para pelajar terutama jika kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) akan mulai dilaksanakan lagi.

Sebab, jika tidak dibangun herd imunity di kalangan pelajar, dikhawatirkan akan memunculkan klaster sekolah ketika mulai pembelajaran tatap muka nantinya.

"Hal ini yang perlu juga dipahami oleh para orang tua siswa, jangan hanya menginginkan anaknya bisa ke sekolah lagi tapi tidak mau divaksin," jelasnya.

Sementara saat disinggung mengenai kebijakan bidang pendidikan yang menjadi perhatian utama Bupati, pihaknya mengatakan akan mengecek ombak dulu.

"Untuk dapat melabuhkan dinas ini sesuai yang diharapkan Ibu bupati, ibaratnya saat ini saya sedang cek geladak kapal, apakah sudah siap untuk dijalankan dengan baik dalam rangka mengimplementasikan visi misi bidang pendidikan. Karena masa pelaksana tugas saya juga terbatas," ucapnya. (Dro)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved