Rabu, 3 Juni 2026

Berita Jateng

Liga 1 Belum Digelar, APPI Curhat ke Presiden Joko Widodo

Sebagai lanjutan dari pertemuan dengan seluruh pesepakbola profesional perwakilan dari setiap klub yang bermain di Liga 1 pada (23/7/2021) lalu

Tayang:
Instagram.com/@sekretariat.kabinet
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Sebagai lanjutan dari pertemuan dengan seluruh pesepakbola profesional perwakilan dari setiap klub yang bermain di Liga 1 pada (23/7/2021) lalu, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dalam surat terbuka tersebut, dibuat dan ditandatangani oleh perwakilan dari seluruh pemain 18 klub Liga 1 beserta presiden dan wakil presiden APPI.

Adapun wakil dari PSIS Semarang yang menandatangani surat terbuka tersebut adalah kiper senior tim Mahesa Jenar, Joko Ribowo.

Inti dari surat terbuka tersebut yakni menyatakan aspirasi dan keinginan para pemain sebagai bagian dari warga negara Indonesia kepada presiden, agar dapat segera membukakan jalan untuk kompetisi sepakbola untuk dapat segera berjalan kembali.

Selain itu, dalam surat tersebut APPI menyebut bahwa sudah 16 bulan lamanya pelaku sepakbola harus vakum. Dampaknya, mereka terguncang dengan keadaan ekonomi. Banyak di antara pemain yang belum mendapat kontrak hingga pemotongan gaji secara besar-besaran.

Dalam kesempatan sebelumnya, APPI juga membuat gerakan di sosial media dengan tagar #KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu.

"Bapak Presiden yang kami rindukan aksi nya menendang kick off pembukaan liga, 
kami juga menitipkan suara tidak hanya dari ribuan rekan-rekan seprofesi kami baik 
yang berada di Liga-1 maupun Liga-2, namun juga para tim pelatih kami, official tim 
kami, serta para wasit yang juga memiliki penghidupan dari kompetisi," demikian dikutip dari surat terbuka tersebut.

Berikut isi lengkap surat terbuka APPI kepada Presiden RI, Joko Widodo:

Jakarta, 28 Juli 2021

Yang terhormat,

Bapak Presiden Republik Indonesia,
Bapak Ir. H. Joko Widodo.

Kami disini mendoakan agar Bapak dalam kondisi sehat walafiat serta selalu dalam 
lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Bapak Presiden yang kami hormati, izinkan kami, para pesepakbola profesional 
Indonesia menyampaikan kegelisahan kami selama 16 bulan ini dikarenakan tidak 
adanya kompetisi sepakbola, sebuah penghidupan bagi kami karena bermain 
sepakbola bukan hanya sekedar hobi yang dibayar, namun merupakan sebuah 
profesi yang memberikan kehidupan.

Bapak Presiden yang kami hormati, sepakbola di negara ini merupakan olahraga 
dengan fanatisme yang tinggi, hiburan bagi masyarakat, dan kadang kala menjadi 
pemersatu bangsa saat sebagian dari kami sedang menggunakan lambang garuda di 
dada.

Bapak Presiden yang kami hormati, mungkin Bapak mendengar dan melihat tagar 
#KamiSiapMain dan #PesepakbolaBersatu di media sosial beberapa hari kemarin, 
tagar tersebut inisiasi kami, sebagai bentuk suara kami yang memang apa adanya. 

Dulu tagar #PesepakbolaBersatu kami buat di tahun 2012 sebagai gerakan solidaritas 
akan permasalahan tunggakan gaji yang dialami hampir seluruh pesepakbola 
Indonesia.

Kini tagar tersebut kami gunakan kembali sebagai gerakan bersama untuk 
menyatakan kami pesepakbola Indonesia siap untuk bermain sepakbola lagi.

Bapak Presiden yang kami hormati, profesi pesepakbola dianggap sebagai profesi 
dengan penghasilan besar, penuh kemewahan dan ketenaran. Karena anggapan 
itulah kami dianggap kalangan mampu yang jauh dari bantuan-bantuan yang 
pemerintah berikan.

Namun Bapak Presiden yang kami hormati, apa artinya jika 16 
bulan ini tidak ada penghasilan terlebih teman-teman kami yang berada di Liga-2, 
pemotongan gaji dengan besaran fantastis, pemutusan kontrak sepihak, serta belum 
ada klub yang mau mengontrak kami karena status kompetisi yang masih belum 
jelas.

Bapak Presiden, profesi pesepakbola adalah profesi yang cukup berbeda dengan 
profesi lainnya, kami tidak memiliki jangka waktu karir yang panjang, banyak dari kami 
yang hanya memiliki panjang karir 10 tahun, syukur ada yang bisa sampai 15 tahun, 
maka ketiadaan 2 tahun kompetisi sangat memprihatinkan bagi kami.

Bapak Presiden yang kami hormati, sesungguhnya adanya kompetisi selain 
memberikan kehidupan bagi kami juga dapat memberikan hiburan bagi masyarakat.

Apalagi sejalan dengan himbauan Pemerintah untuk tetap di rumah bagi masyarakat 
yang tidak memiliki kepentingan mendesak keluar rumah.

Bapak Presiden yang kami hormati, kini mayoritas dari kami sudah vaksin, kami juga 
akan taat dengan protokol kesehatan. Jika memang protokol kesehatan yang ada 
belum dianggap cukup untuk dijalankan, kami siap untuk diarahkan dengan protokol 
kesehatan sebagaimana mestinya, jika perlu ditempatkan satgas saat kompetisi 
berlangsung untuk menjaga protokol kesehatan agar berjalan dengan benar, kami 
juga siap untuk diajak terlibat dalam penyusunan ataupun diskusi dalam pembuatan 
aturan kesehatan.

Bapak Presiden yang kami hormati, kami memang sangat ingin kompetisi bisa 
berjalan kembali, namun tetap dengan mengutamakan keselamatan, sehingga kami 
siap untuk menyukseskan agenda kampanye Pemerintah untuk penyelesaian 
pandemi, karena dengan kapasitas jejaring persona yang kami miliki, dapat 
dimanfaatkan untuk mendukung program Pemerintah ke seluruh pelosok tanah air.

Bapak Presiden yang kami rindukan aksi nya menendang kick off pembukaan liga, 
kami juga menitipkan suara tidak hanya dari ribuan rekan-rekan seprofesi kami baik 
yang berada di Liga-1 maupun Liga-2, namun juga para tim pelatih kami, official tim 
kami, serta para wasit yang juga memiliki penghidupan dari kompetisi.

Demikian Surat Terbuka kami untuk Bapak Presiden. Semoga Bapak Presiden 
berkenan membaca serta mendengarkan aspirasi kami. Terima kasih Bapak Presiden.
Dari kami, Pesepakbola Indonesia.

Hormat Kami,

Firman Utina (Presiden APPI)
Andritany Ardhiyasa (Wakil Presiden APPI)
Johan A. Alfarizi (Arema FC)
Wawan Hendrawan (Bali United FC)
Awan Setho (Bhayangkara FC)
Javlon Guseynov (Borneo FC)
Bayu Gatra (Madura United FC)
M. Syaifuddin (Persebaya Surabaya)
Dwi Kuswanto (Persela Lamongan)
Ahmad Jufriyanto (Persib Bandung)
Maman Abdurahman (Persija Jakarta)
Andri Ibo (Persik Kediri)
Ian Louis Kabes (Persipura Jayapura)
Muklis Nakata (Persiraja Banda Aceh)
Agung Prasetyo (Persita Tangerang)
Adhitya Harlan (PS. Barito Putera)
Firza Andika (Persikabo)
Joko Ribowo (PSIS Semarang)
Zulkifli Syukur (PSM Makassar)
Bagus Nirwanto (PSS Sleman)

Tembusan Kepada :

- Yth. Bapak Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia;
- Yth. Bapak Menteri Kesehatan Republik Indonesia;
- Yth. Bapak Ketua Komisi X DPR RI;
- Yth. Bapak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;
- Yth. Bapak Ketua Satuan Tugas Covid-19;

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved