Berita Nasional
Hasil Survei Ipsos: Program Kartu Prakerja Paling Dirasa Manfaatnya oleh Masyarakat
Hasil Survei Ipsos: Program Kartu Prakerja Paling Dirasa Manfaatnya oleh Masyarakat
Sementara itu, Sandiga menjelskan beberapa syarat utama yang harus dimiliki untuk menjadi pekerja dan pengusaha sukses. Kunci sukses itu antara lain: punya rekam jejak positif, menjaga kepercayaan, dan memiliki jaringan kuat.
“Bisnis identik dengan trust, dan kepercayaan dibangun dengam rekam jejak yang baik. Di sinilah pentingnya kita menjaga value dan reputasi sebagai karakter utama untuk membangun bisnis,” kata Sandi yang selalu menggaungkan filosofi ‘Empat As’ dalam hidupnya: Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas.
Lulusan Wichita State University dan George Washington University ini kemudian berkisah tentang keadaan dirinya yang sempat terpuruk saat terkena pemutusan hubungan kerja di masa krisis moneter 1997. Saat itu ia bingung tak tahu harus berbuat apa. Hampir semua sektor bisnis berada dalam kondisi sulit.
“Ibarat mau melamar kerja ke 10 perusahaan, yang nolak 20 perusahaan. Di sinlah saya menyadari pentingnya dukungan keluarga, feeling yang tepat, serta istilah ‘the power of kepepet’,” kenangnya.
Dengan dukungan modal dari keluarga, ia bertemu sahabat lamanya, dan bersepakat membuat perusahaan penasihat keuangan yang kemudian berkembang pesat melewati masa krisis.
Di forum yang sama, Merry Riana menggarisbawahi, meskipun kondisi ekonomi sekarang sedang sulit, tidak ada salahnya untuk tetap memiliki mimpi setinggi mungkin.
Pengusaha berjuluk ‘Wanita Sejuta Dollar’ ini pun mengenang masa-masa perjuangannya di Singapura, saat terpaksa menempuh pendidikan di luar negeri di tengah kerusuhan dan keadaan politik tanah air yang kurang menguntungkan.
“Dalam situasi seperti itu, saya bisa sukses karena saya punya mimpi. Berani bermimpi besar, meski bertahan hidup hanya dengan 10 dolar setiap minggu. Saat teman yang lain makan enak di kantin, saya hanya makan selembar roti sambil sembunyi-sembunyi di toilet,” kisahnya.
Merry mengingatkan, apa yang terjadi saat ini bukanlah krisis pertama yang dialami bangsa Indonesia. “Selain itu, setiap orang pasti punya krisis dalam diri kita. Semua orang pernah dihadapkan pada kesulitan dan pernah merasakan kekecewaan,” ungkapnya.
Namun, alih-alih mengasihani diri sendiri dan terus menerus merasa bahwa hidup ini tidak adil, Merry mengajak menanamkan sikap bahwa keberhasilan dan kegagalan hidup kita adalah tanggungjawab diri kita masing-masing.
“Di sinilah pentingnya punya mimpi. Dengan mimpi, kita tidak akan terjebak dalam keadaan dan berani melihat masa depan,” tegasnya.
Saat di Singapura, Merry berjanji bahwa sebelum merayakan ulang tahun ke-30 ia harus memiliki kebebasan finansial dan dapat membahagiakan orangtuanya. Ia ingin kembali ke Indonesia sebagai orang sukes.
“Mimpi-mimpi itu memberi saya harapan dan membuat saya punya kekuatan untuk melangkah menghadapi hidup,” paparnya.
Merry menjelaskan bahwa banyak dari masyarakat memiliki pola pikir keliru terkait dengan sebuah kesuksesan sehingga muncul pandangan bahwa musuh terbesar kesukesan adalah kegagalan. “Musuh terbesar kesuksesan bukanlah kegagalan, tetapi ketakutan yang membuat kita tidak dapat melangkah maju dan mencoba hal baru,” ungkap Merry.
Di balik keberhasilannya, Merry berbagi dua rahasia kehidupan. Pertama, kita harus punya kerendahan hati untuk berposes. Kedua, keep doing and keep learning, tetap lakukan pekerjaan kita dan terus berusaha dari situ.