Selasa, 2 Juni 2026

Berita Jateng

Bed Occupancy Rate di Banjarnegara Turun, Bupati: Sekarang hanya 19,8 Persen

Bed Occupancy Rate (BOR) atau persentase  pemakaian tempat tidur Rumah Sakit di Banjarnegara terus menurun.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: muh radlis
IST
Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat membagi bantuan JPS ke warga, Sabtu (21/8/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, BANJARNEGARA - Bed Occupancy Rate (BOR) atau persentase  pemakaian tempat tidur Rumah Sakit di Banjarnegara terus menurun.

Saat ini, BOR di rumah sakit di Banjarnegara tinggal 19,8 persen. 

"Pertama kali ada PPKM Darurat Banjarnegara zona merah, BOR mencapai 29 persen lebih.

Kini terus membaik, BOR di Banjarnegara hanya 19,8 persen,"kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Sabtu (21/8/2021) 

Budhi mengatakan, kebijakan pemerintah mulai PPKM darurat sampai PPKM level III, Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) cukup mengenai.

Tetapi ini dengan catatan, kepala daerah mau melaksanakannya dengan baik. 

Ia mengklaim pihaknya telah menaati Inmendagri dan instruksi Presiden, di antaranya dengan membagikan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) di masa PPKM yang dinilainya memberikan dampak positif. 

"Ternyata dengan kita membagi JPS menggunakan APBD murni Kabupaten Banjarnegara selama 4 kali ini,  efeknya positif sekali, " katanya

Budhi pun rajin mengawasi penyaluran dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) PPKM.

Tak kecuali pada penyaluran tahap IV ini, Sabtu (21/8/2021).

Ia dan jajarannya meninjau sejumlah titik pembagian dengan mematuhi protokol kesehatan.

Plt Kepala Dinsos, Noor Tamami, menjelaskan, hari ini, sedikitnya ada 7 titik  pembagian JPS, yakni Desa Cendana sebanyak 54 penerima, Kelurahan Karang Tengah 245 orang, Kelurahan Kutabanjarnegara 236 orang, Kelurahan Parakancanggah 224 orang, Kelurahan Semampir 203 orang, Kelurahan Semarang 280 orang, dan Kelurahan Sokanandi ada 159 warga kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19.

Seperti biasa, ia menyempatkan berdialog dengan warga, setelah menyerahkan dana tunai sebesar Rp 300 ribu kepada penerima manfaat.

Seperti dilakukannya kepada Mbah Miarjo (69 tahun) warga Kelurahan Karang Tengah.

“Mbah, niki artone ngge tumbas beras, lawuh nggih. Aja lunga-lunga nang umah bae, mbok kesambet Korona,” pesan bupati dalam dialek lokal.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved