Berita Jateng
PPKM Turun Level, Bolehkah Daerah Buka Tempat Wisata? Sineong: Nanti Dulu, tapi Boleh Simulasi
PPKM Turun Level, Bolehkah Daerah Buka Tempat Wisata? Sineong: Nanti Dulu, tapi Boleh Simulasi
Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah meminta daerah-daerah yang berada di level 2 dan level 3 penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), agar tak gegabah membuka destinasi wisatanya.
Saat ini, sejumlah daerah di Jawa Tengah telah turun level menjadi level 2 dan level 3.
Hanya dua daerah saja yang masih berada di level 4 yaitu Kabupaten Purworejo dan Kota Magelang.
Kepala Disporapar Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi mengatakan, semua daerah yang berada di level 2, diharuskan melakukan simulasi terlebih dahulu dan hasilnya dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Kalau (destinasi wisata) buka, belum. Tapi daerah diizinkan untuk melakukan simulasi."
"Untuk yang di level 3 melakukan SOP Simulasi dan level 4 melakukan pra simulasi," kata Sinoeng kepada Tribunpantura, Rabu (1/9/2021).
Lalu bagaimana daerah yang berada di level 2?
Sinoeng menegaskan, semua daerah diharuskan melakukan simulasi terlebih dahulu.
Untuk proses izin pembukaan, nantinya menunggu kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam hal ini Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
"Pesan Gubernur, perbanyak latihan atau simulasi. Satu lokasi dulu, kalau sudah tawarkan lagi ke destinasi lainnya."
"Lha bukanya kapan? Nanti nunggu perkembangan epidemologi," jelasnya.
Sinoeng menuturkan, pihaknya telah mengumpulkan seluruh kepala dinas yang membidangi pariwisata di semua daerah di Jawa Tengah.
Dari pertemuan itu, semua daerah telah sepakat untuk melakukan simulasi dan pra simulasi.
Ia menjelaskan, pra simulasi merupakan simulasi yang dilakukan internal dari SKPD yang membidangi pariwisata.
Sedangkan simulasi yang sebenarnya bisa melibatkan pihak luar, misal jurnalis dan vlogger.
"Diutamakan destinasi yang open space, terbuka, sehingga mengurangi resiko penularan Covid-19."
"Dengan semakin banyak berlatih atau simulasi, nanti ketika sudah diperbolehkan buka maka sudah tinggal jalan," tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, ia belajar dari pengalaman beberapa waktu saat kasus Covid-19 menurun dan banyak daerah membuka destinasi wisata namun akhirnya ditutup kembali karena kasus kembali meningkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/simulai-pembukaan-objek-wisata-guci-1.jpg)