Senin, 8 Juni 2026

Berita Jateng

Kisah Siswi SMA Negeri 1 Kaliwungu Kendal Ciptakan Mesin Pengolah Limbah Botol Plastik

Kisah inspiratif datang dari seorang siswi SMA Negeri 1 Kaliwungu Kabupaten Kendal bernama Orchidia Ummu Tazkiah (16).

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: muh radlis
IST
Orchidia Ummu Tazkiah (16) siswi SMAN 1 Kaliwungu Kendal membuat mesin pengolah limbah botol plastik PET menjadi chips polyester. 

TRIBUNPANTURA.COM, KENDAL - Kisah inspiratif datang dari seorang siswi SMA Negeri 1 Kaliwungu Kabupaten Kendal bernama Orchidia Ummu Tazkiah (16).

Siswi kelas XI jurusan MIPA asal Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan ini menciptakan mesin pengolah limbah botol plastik PET menjadi chips polyester atau bahan baku serat sintesis.

Mesin yang diberi nama extrusion ini dirakit dengan memadukan beberapa komponen hasil kajian beberapa karya ilmiah.

Bahkan, mesin sederhana yang terdiri dari 3 bagian ini telah mendapat tempat terbaik kategori inovasi dan teknologi dalam lomba kreativitas karya anak muda Indonesia oleh PT Astra Honda Motor (AHM) Best Student 2021 beberapa waktu lalu.

Kepada tribunjateng.com, Orchidia bercerita, pada awalnya ia jenuh melihat tumpukan limbah sampah plastik yang tersebar di lingkungan tempat tinggalnya.

Kondisi itu membuat siswi 16 tahun ini tergerak hatinya agar bisa berperan dalam menjaga lingkungan.

"Waktu itu saya kelas 10, saya lihat banyak sampah plastik di sekitar tempat tinggal saya.

Saya pikir harus ada yang memulai untuk menanggulanginya," terangnya, Rabu (8/9/2021).

Ide Orchidia mengerucut pada sebuah mesin yang bisa mengolah limbah botol plastik jenis PET menjadi bahan baku serat sintetis untuk pakaian. 

Ia pun mulai berkomunikasi dengan guru pembimbing Fahrurazi untuk merangkai komponen-komponen pembentuk mesin extrusion.

Yang terdiri dari, bagian pegolahan, pendinginan dan pemotongan didukung dengan sumber dana yang dimiliki pihak sekolah.

Mesin tersebut berhasil dirangkai pada akhir 2020 lalu untuk dilakukan uji coba pengoperasiannya. 

"Kami coba rancang alat dari beberapa jurnal ilmiah internasional, bekerjasama dengan pihak bengkel untuk pemasangan setiap komponen," ujarnya. 

Mesin mulai diujicobakan pada Januari 2021 agar bisa dievaluasi kekurangannya.

Kata Orchidia, cara kerja mesin extrusion cukup sederhana dengan memanfaatkan sumber listrik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved