Berita Pekalongan
Lihat Banyak Warga Pekalongan Tak Bermasker, Airlangga Beri Catatan saat Pantau Vaksinasi Santri
Lihat Banyak Warga Pekalongan Tak Bermasker Menko Perekonomian Airlangga Beri Sejumlah Catatan saat Pantau Vaksinasi Santri di Pekalongan
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: yayan isro roziki
TRIBUNPANTURA.COM, PEKALONGAN - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan sejumlah catatan saat memantau pelaksanaan pelaksanaan vaksinisasi santri yang ada di Gedung Djunaid, Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (16/9/2021) sore.
Menko Perekonomian didampingi Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat memantau 250 santri yang mengikuti vaksinasi.
Pantauan Tribunpantura.com, Airlangga saat mengajak berbincang kepada santri dan memberikan semangat agar para santri tidak takut disuntik.
"Pelaksanaan vaksinasi anak usia 12 tahun ke atas di Kota Pekalongan berjalan dengan lancar dan aman," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga mengungkapkan, saat ini status Kota Pekalongan di level 2 untuk PPKM.
Walaupun begitu pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak lengah terhadap protokol kesehatan.
"Kami juga mengapresiasi, di Kota Pekalongan ini sudah level 2. Tapi tetap saya beri catatan."
"Sepanjang perjalanan saya ke sini yang pakai masker itu yang hadir di acara."
"Oleh karena itu, Pak Wali harus sering bikin acara agar semuanya pakai masker."
"Yang tidak ikut acara, saya lihat kendor-kendor," ungkapnya.
Pihaknya menekankan, prokes jangan sampai lengah. Saat ini kasus Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin turun.
"Alhamdulillah kasus aktif Covid-19 di Indonesia turun dibawah 10.000."
"Saya juga mengucapkan selamat kepada pak Wali BOR rumah sakit mendekati 0," ucapnya.
Kemudian, untuk tingkat vaksinasi di Kota Pekalongan sendiri saat ini masih 30 persen, oleh karenanya pihaknya mendorong kepada pemerintah kota untuk terus melakukan kegiatan vaksinasi.
"Tentu lebih aman, apabila tingkat vaksinasinya lebih tinggi dari 70 persen."
"Tadi berdasarkan laporan dari Pak Wali, stok vaksin sudah datang dan mencukupi."
"Berdasarkan data, vaksinasi itu untuk mengurangi akibat kalau terkena Covid-19, tidak separah yang belum divaksin."
"Lalu, resiko kematiannya lebih rendah. Jadi, penting dilakukan vaksinasi," imbuhnya.
Pihaknya menjelaskan, namun untuk di Kota Pekalongan yang vaksinasinya kurang dari 60 persen, maka menggunakan masker itu betul-betul wajib.
Karena masker bisa mencegah penularan Covid-19.
"Apabila di kasih kendor, kasus bisa akan meledak lagi," jelasnya.
Sementara itu, santri Fahmil Huda (12) mengaku sempat merasa gerogi saat disuntik untuk vaksin.
"Kalau takut tidak, cuma gerogi saja. Ini baru pertama kali suntik vaksin Covid-19," kata Huda.
Selama di pondok pesantren ia belum pernah pulang ke rumah.
Menurutnya, vaksinisasi ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.
"Sudah 2 bulan ini belum pulang ke rumah. Selama di ponpes protokol kesehatan sangat ketat sekali," tambahnya. (Dro)