Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Bebas dari Nusakambangan, WNA Korsel Terlibat Peredaran Obat Bius Dideportasi Rudenim Semarang

Bebas dari Nusakambangan, WNA Korsel Terlibat Peredaran Obat Bius Dideportasi Rudenim Semarang

Dok Rudenim Semarang
Warga negara asing asal Taiwan, Hsu Chen Yu (kanan) saat hendak melakukan penerbangan di Bandara Internasional Soekarno Hatta. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang mendeportasi warga negara asing asal Taiwan, Hsu Chen Yu (33) pada Rabu (15/9/2021) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Pria kelahiran New Taipei City tersebut sebelumnya terlibat kasus pidana perkara kesehatan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 atau mengedarkan obat jenis ketamin tanpa izin.

Ia telah ditahan selama 10 tahun di Lapas Permisan Nusakambangan dan dinyatakan bebas pada 2 Agustus 2021.

Diketahui, ketamin adalah  salah satu jenis anastesi (obat bius total) yang paling banyak digunakan untuk prosedur bedah.

"Rudenim Semarang melaksanakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian terhadap satu orang warga asing."

"Pendeportasian dilakukan melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta Tangerang," kata Kepala Rudenim Semarang, Retno Mumpuni dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Retno menyampaikan bahwa Hsu Chen Yu merupakan pindahan dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Cilacap. Lalu masuk di Rumah Detensi Imigrasi Semarang pada 20 Agustus 2021.

"Guna proses kepulangannya tersebut, Rumah Detensi Imigrasi Semarang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Taiwan di Jakarta agar yang bersangkutan dapat diberikan dokumen perjalanan sementara," jelasnya.

Setelah mendapatkan dokumen perjalanan, yang bersangkutan dikawal petugas Rumah Detensi Imigrasi Semarang dipulangkan ke negaranya melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta.

Sebelumnya dilaksanakan tes swab PCR kepada yang bersangkutan sebagai satu syarat perjalanan udara menuju Taipei, Taiwan.

Penerbangan dari Jakarta menuju Seoul terlebih dulu dan dilanjutkan penerbangan dari Seoul ke Taipei dengan menggunakan Asiana Airlines.

"Selanjutnya yang bersangkutan akan dimasukkan ke dalam daftar usul penangkalan," kata Retno.

Penangkalan merupakan larangan terhadap orang orang tertentu untuk masuk ke wilayah satu negara.(mam)

Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved