Kamis, 21 Mei 2026

Berita Nasional

Diskusi di STAN, Denni Nilai Ekosistem Prakerja sebagai 'Rumah Cokro Raksasa' pada Era Digital

Bicara Ihwal Prakerja di STAN, Denni Singgung, Ada Apa? Prakerja sebagai 'Rumah Cokro Raksasa' pada Era Digital.

Tayang:
manajemen pelaksana kartu prakerja
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari. 

“Sebaliknya, informasi Program Kartu Prakerja banyak dicari masyarakat di media."

"Tahun lalu, Kartu Prakerja menjadi berita nomor satu paling trending di Google, dengan pengikut Instagram mencapai 3,4 juta followers."

"Pada tahun ini, peningkatan penerima Kartu Prakerja di Papua melonjak lebih dari 350 persen,” papar ekonom yang pernah menjadi Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Boediono.

Dengan kelebihan teknologi digitalnya, Kartu Prakerja berhasil menjadi program inklusif yang mampu mengukur perkembangan proses pembelajaran para penerimanya.

Selain itu, inklusivitas program terlihat karena Kartu Prakerja terbukti mampu merangkul orang-orang di perdesaan, eks Pekerja Migran Indonesia, difabel, serta mereka yang tinggal di daerah tertinggal.

Deputi Ekonomi Kantor Staf Presiden 2015-2020 ini menyatakan bahwa Program Kartu Prakerja merupakan cara pemerintah melakukan intervensi ketika terjadi kegagalan pasar.

“Saat ini terjadi ‘market failure’. Pasar pelatihan gagal menghasilkan kuantitas dan kualitas angkatan kerja secara optimal."

"Di sinilah Kartu Prakerja mendisrupsi pasar pelatihan kerja, dari yang semula top down menjadi on demand,” kata akademisi Universitas Gadjah Mada itu.

Denni Purbasari menyebut, selain pencari kerja dan karyawan terkena PHK, profil penerima Kartu Prakerja awalnya merupakan pekerja dengan gaji Rp1,3 juta per bulan atau pelaku usaha kecil dengan omzet Rp1,1 juta per bulan.

“Kami bersyukur, setelah mengikuti berbagai pelatihan di ekosistem Kartu Prakerja, mereka mampu meningkatkan keterampilan diri sehingga kesejahteraannya meningkat."

"Yang belum memiliki pekerjaan bisa diterima kerja, yang kerja kantoran statusnya naik, serta yang bergerak di bidang UMKM pun makin maju usahanya,” jelasnya.

Kepada para pengajar STAN, Denni Purbasari berpesan agar dosen meningkatkan kemampuan mengajar sehingga lulusan STAN benar-benar menjadi birokrat pemikir terbaik di bidang ekonomi.

“Input mahasiswa yang masuk STAN sudah sangat bagus, tinggal bagaimana para dosen menginspirasi mahasiswa untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka, yang mungkin saat ini mereka sendiri belum mengetahui hal itu,” kata Sarjana Ekonomi lulusan terbaik dan tercepat Universitas Gadjah Mada pada 1997 itu.

Denni pun menyarankan agar dosen menguasai subyek dengan baik, mampu menjelaskan hal kompleks dengan sederhana, memahami psikologi dan pedagogi, serta memiliki manajemen skill yang baik.

“Hal-hal itu hanya bisa kita lakukan jika seorang pengajar ‘love the subject’ dan ‘love the students’,” terang penerima beasiswa Fulbright untuk pendidikan master Policy Economics di University of Illinois at Urbana-Champaign ini.

Denni memberi tips agar dosen mengajar menggunakan gaya bahasa komunikasi yang biasa dipakai masyarakat.

Misalnya, menjelaskan kompleksnya tantangan perekonomian Indonesia dengan visualisasi kuat ala mindmapping, storytelling dengan studi kasus, serta teknik mengulang, mempraktikkan, dan mengingat kembali.

“Jangan lupa juga, selain penguasaan hardskill ilmu ekonomi, bekali mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan dengan softskll yang kuat."

"Bagaimana melakukan disrupsi dengan inovasi, inisiatif, risk-taking, growth mindset, critical thinking, negosiasi, komunikasi, public speaking, dan lain lain,” tegas mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan IESP UGM dan Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS (Permias) Boulder, Colorado, AS.

Di akhir diskusi, Denni Purbasari mengingatkan bahwa dosen di mata mahasiswa adalah seorang ‘role model’.

“Karena itu, seorang pengajar harus ‘walk the talk’. Kalau orang Jawa bilang, jangan ‘jarkoni, iso ujar nanging ora iso nglakoni’."

"Bisa mengajar, tapi dia sendiri tak bisa menjalankan yang diajarkan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved