Breaking News:

Berita Tegal

Sungai Ketiwon, Saksi Bisu Pembantaian PKI di Tegal

Sungai Ketiwon yang menjadi pembatas antara Kota Tegal dan Kabupaten Tegal, memiliki cerita kelam pasca peristiwa Gerakan 30 September (G30S)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis
TRIBUN PANTURA/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Sungai Ketiwon merupakan sungai pembatas daerah antara Kota Tegal dan Kabupaten Tegal. Lokasinya ada di Jalur Pantai Utara (Pantura). 

TRIBUNPANTURA.COM, TEGAL - Sungai Ketiwon yang menjadi pembatas antara Kota Tegal dan Kabupaten Tegal, memiliki cerita kelam pasca peristiwa Gerakan 30 September (G30S) PKI pada 1965. 

Lokasi itu menjadi tempat pembantaian massal terhadap kader, simpatisan, dan orang-orang yang dituduh Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Pembantaian massal itu terjadi pada tahun 1965- 1966. 

Sejarawan Pantura, Wijanarto mengatakan, Tegal mencakup secara keseluruhan kota dan kabupaten, dulunya menjadi basis yang cukup kuat bagi PKI. 

Ideologi kiri atau komunis sudah berkembang sejak 1920-an. 

Tetapi setelah peristiwa G30S PKI, kader dan simpatisan PKI mengalami porak-poranda. 

Terlebih setelah Resimen Para Komandan Angkatan Darat (RPKAD) saat ini bernama Kopassus, melakukan sweeping ke daerah-daerah untuk memberantas orang-orang PKI. 

"RKPAD itu memberantas PKI dengan mendidik Pam Swakarsa.

Mereka melatih para organisasi massa, organisasi masyarakat untuk melakukan sweeping," kata Wijan, kepada tribunjateng.com, Rabu (29/9/2021). 

Wijan menjelaskan, ada dua tempat yang menjadi lokasi pembantaian para kader dan simpatisan PKI. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved