Berita Nasional

Di Hadapan Peserta KBFP, Denni Purbasari Tekankan 4 Skill Utama Calon Pemimpin Bangsa

Di Hadapan Peserta KBFP, Denni Purbasari Tekankan 4 Skill Utama Calon Pemimpin Bangsa

Dok Kartu Prakerja
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari (atas), saat menjadi narasumber Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) Angkatan 9, dengan topik ‘Pengantar Ekonomi Nasional Menuju Kesejahteraan Sosial’ pada tema besar ‘Menyongsong Era Transformasi dan New Normal, Menuju Generasi Baru Kepemimpinan Indonesia’, pada Selasa (5/10/2021). 

TRIBUNPANTURA.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, menyebutkan 4 skill utama yang harus dimilik calo pemimpin bangsa.

Menurut dia, seorang calon pemimpin bangsa setidaknya harus mengusai 4 skill ini: bisa mengelola diri sendiri, bisa berpikir kritis, bisa bekerja dengan orang lain, serta melek teknologi.

Hal itu disampaikan Denni saat menjadi narasumber Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) Angkatan 9, dengan topik ‘Pengantar Ekonomi Nasional Menuju Kesejahteraan Sosial’ pada tema besar ‘Menyongsong Era Transformasi dan New Normal, Menuju Generasi Baru Kepemimpinan Indonesia’, pada Selasa (5/10/2021).

Diterangkan lebih lanjut, keterampilan pertama yakni self-leadership, terkait kemampuan pengenalan dan manajemen diri, entrepreneurship, serta pengembangan diri menuju ‘goal achievement’.

Keterampilan kedua menyangkut kognitif, yakni critical thinking, komunikasi, perencanaan dan menjalankan aksi, serta fleksibilitas mental.

Keterampilan ketiga terkait kemampuan interpersonal yakni mobilisasi sistem, pengembangan relasi, dan efektivitas tim kerja.

Keterampilan keempat mengacu pada pemahaman, literasi, kolaborasi dan pembelajaran pada pengembangan ekosistem digital.

Kader Bangsa Fellowship Program (KBFP) merupakan program eksklusif pelatihan kepemimpinan dan kebangsaan untuk para pemimpin muda dari seluruh Indonesia.

Program ini diikuti 100 peserta dari Aceh sampai Papua berlatarbelakang akademisi, aktivis, politisi muda, kepala daerah muda, profesional, pengusaha dan entrepreneur muda.

KBFP telah berjalan selama delapan angkatan sejak tahun 2011 sebagai kolaborasi masyarakat sipil, swasta, dan aktor negara.

Tujuannya untuk ikut mempersiapkan regenerasi kepemimpinan yang berkualitas sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan dan visi globalisasi pada calon-calon pemimpin masa depan.

“Keterampilan-keterampilan itu kami implementasikan dari saat Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja mendesain hingga melaksanakan program yang kini sudah dinikmati lebih dari 11,4 juta penerima manfaat,” kata Denni Purbasari, dalam keterangannya, Selasa (5/10/2021).

Doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder Amerika Serikat ini menjelaskan, sebagai program janji kampanye periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, Kartu Prakerja hadir untuk menjawab dua problem utama ketenagakerjaan Indonesia, yakni kecilnya lowongan kerja dan rendahnya skill angkatan kerja kita.

“Kartu Prakarja menghadirkan solusi dengan berbagai reformasi berkelanjutan kepada publik."

"Di antaranya dengan menekankan diri pada end to end digital, customer centric product, tim yang solid, serta good governance yang diakui BPK, BPKP dan KPK,” urainya.

Deputi Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 itu menekankan, sebagai sebuah produk, Kartu Prakerja berjalan tidak dengan pendekatan menghabiskan anggaran pemerintah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Pantura
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved