Rabu, 27 Mei 2026

Berita Jateng

Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Rawat Moderasi Islam Aswaja

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi yang sampai saat ini konsisten menyebarkan dan mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Guru besar Unwahas yang juga Direktur Program Pascasarjana Unwahas, Prof Mahmutarom (kanan) memberikan penjelasan terkait nilai-nilai profetik Alquran dalam mengembangkan konsep tawasuth Aswaja 

Mereka beranggapan Islam mengatur semua sendi kehidupan manusia, termasuk dalam konteks sistem politik.

Mereka mempunyai agenda terselubung yakni mengubah sistem ketatanegaraan RI.

Kaffah artinya holistik, Islam kaffah artinya Islam yang diamalkan secara komprehensif dalam bermasyarakat dan bernegara.

Islam kaffah itu seperti masyarakat NU memberi rangkulan kepada orang lain untuk hidup di bawah bayang-bayang NKRI.

Bukan Islam kaffah yang berniat memonopoli negara Indonesia.

Mentang-mentang mayoritas maka minoritas ini tidak boleh layak diatas negara mayoritas muslim.

Ia juga membahas terkait wacana Islam garis keras dan terorisme.

Jihad dalam perspektif orang-orang beraliran tersebut selalu dimaknai Qital atau perang dan sebagai jalan pintas mencapai tujuan dan cita-cita mereka.

"Sumber ideologi mereka berasal dari tulisan para jihadis global yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Saat ini figur utama kelompok ini adalah Amman Abdurrahman.

Pengaruh karya Amman sangat besar sampai ada yang berani melakukan bom bunuh diri hanya karena membaca karya Amman," ucap Prof Munip.

Oleh karena itu, ia mengajak para mahasiswa untuk mengembangkan nilai tawasuth Aswaja.

Dalam bingkai akademik, kajian tentang moderasi beragama tetap relevan sebagai tema yang aktual.

Caranya, kontektualisasi ayat-ayat Quran dan Hadis nabi yang mengandung muatan tawasuth, tawazun, i'tidal, dan tasamuh dalam realitas kehidupan (living Quran dan living hadis).

Lalu, pengarusutamaan nilai kearifan lokal sebagai lessons learned dalam kehidupan, memperkaya literasi tentang kisah keharmonisan kehidupan antar-umat beragama yang pernah ada dalam sejarah umat Islam.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved