Breaking News:

Berita Jateng

Kekurangan Guru Jadi Catatan Dewan Pertimbangan Presiden

Peningkatan kompetensi guru dan pengadaan guru setidaknya menjadi dua catatan penting tim kajian revitalisasi tata kelola pengembangan guru.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Rektor UPGRIS, Muhdi (kiri) berdiskusi dengan tim kajian dari wantimpres 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Peningkatan kompetensi guru dan pengadaan guru setidaknya menjadi dua catatan penting tim kajian revitalisasi tata kelola pengembangan guru.

Kajian ini dilakukan tim dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

"Yang jadi fokus kami dari hulu dan hilir.

Di hulu misalnya terkait revitalisasi LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) sebagai talent scouting (pembinaan sampai pengembangan kompetensi," kata anggota tim kajian, Aditya Fathurrahman Abdillah usai melaksanakan diskusi dengan pejabat struktural Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Rabu (13/10/2021).

Untuk LPTK yang menjadi tempat best practice yakni di UPGRIS dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dua kampus ini yang menghasilkan calon guru atau pendidik.

Untuk di hilir, pihaknya telah melihat pemberdayaan Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kota Semarang.

Kemudian, yang menjadi perhatian pihaknya yakni Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kota Semarang tinggi.

Hal itu lantaran kesejahteraan guru terpenuhi, beban kerja tidak melebihi 30 jam, dan kesempatan kompetensi guru juga sangat terbuka.

"Semua pihak termasuk perguruan tinggi keguruan mendukung kompetensi guru.

Walaupun secara personal guru mendapatkan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk peningkatan kompetensi, namun LPTK juga memiliki program," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved