Berita Jateng
Naikkan Nilai Jual, Sumarni Siapkan Daging Kalkun Beku Siap Saji
Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus telah menjadi sentra pengembangbiakan ayam kalkun sejak beberapa tahun terakhir.
TRIBUNPANTURA.COM, KUDUS - Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus telah menjadi sentra pengembangbiakan ayam kalkun sejak beberapa tahun terakhir.
Sedikitnya 800 hingga 1.000 ekor ayam kalkun tengah dikembangbiakkan para peternak untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Sebagai upaya untuk peningkatan nilai jual, Sumarni (45), peternak ayam kalkun mulai menjajaki daging ayam kalkun beku (frozen food) dengan merek Marni-Kun.
"Saya punya peternakan ayam kalkun ini bagaimana caranya supaya laku.
Makanya saya punya ide membuat menjadi kemasan beku," ujar dia saat ditemui di rumahnya, di lingkungan RT 3 RW 1, Undaan Tengah, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu (20/10/2021).
Sumarni juga memilih untuk membuat daging kalkun beku itu untuk memudahkan konsumen menikmatinya.
Pasalnya, daging ayam kalkun tersebut sudah diolah untuk menjadi beragam menu hidangan masakan.
"Jadi ini cukup dipanaskan saja sudah bisa dimakan. Lebih praktis," ujarnya.
Dia menyajikan beragam menu di antaranya, rica-rica, kalkun goreng sambal matah, kalkun goreng sambal terasi, tongseng, dan sate kalkun.
Semua menu itu sudah dimasak, kemudian divakum ke dalam pastik dan dibekukan.
"Harganya dibuat sama, rata-rata Rp 30 ribu sampai Rp 35 ribu per bungkus," ujar dia.
Saat ini, Sumarni sudah kebanjiran pesanan. Dalam sebulan, rata-rata penjualan daging ayam kalkun beku itu mencapai 500 bungkus.
Bahkan daging olahannya tidak cukup bila hanya mengandalkan dari peternakannya aja, sehingga perlu mengoptimalkan bersama peternak lain.
Adapun menu yang paling banyak dicari dan favorit pelanggannya yakni rica-rica dan sate kalkun.
"Sate yang dikemas juga sudah dibakar setengah matang sebelumnya," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Sumarni-45-menunjukkan-produk-olahan-daging-kalkun-beku-di-li.jpg)