Rabu, 3 Juni 2026

Berita Jateng

Menkopolhukam Mahfud MD Sebut Perguruan Tinggi Terdakwa Utama Kemelut yang Menimpa Bangsa

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan atau Menkopolhukam, Prof Moh Mahfud MD mengatakan, saat ini perguruan tinggi

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
IST
Menkopolhukam, Prof Mahfud MD berbicara di podium saat stadium general di USM. 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan atau Menkopolhukam, Prof Moh Mahfud MD mengatakan, saat ini perguruan tinggi menjadi terdakwa utama di dalam kemelut yang menimpa bangsa ini.

Hal itu disampaikan Mahfud yang juga menyampaikan kuliah umum tentang peranan perguruan tinggi dalam memperkuat wawasan kebangsaan di masa pandemi di Auditorium Ir Widjatmoko Universitas Semarang (USM), Rabu (20/10/2021).

"Kemelut yang menimpa bangsa ini misalnya korupsi di berbagai level.

Kenapa? 86 persen koruptor merupakan lulusan perguruan tinggi.

Sisanya SMA dan SMP, ada juga yang tidak lulus.

Semakin rendah pendidikan, semakin kecil korupsinya," ucap Mahfud yang juga Ketua Dewan Penyantun USM.

Pada acara yang dimoderatori Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi ini, Mahfud MD menuturkan, perguruan tinggi jadi terdakwa utama jika dilihat pada pelaku kasus korupsi dan kolusi.

Namun demikian, perguruan tinggi lah yang juga membawa kemajuan pada bangsa ini.

Para pejabat pemerintah yang mengurus negara ini semuanya lulusan perguruan tinggi.

Selain itu, berkat lulusan dari perguruan tinggi, berbagai inovasi diciptakan untuk kemajuan bangsa ini dan kesejahteraan masyarakat.

"Adanya perguruan tinggi, keperluan profesi di negara ini tersedia.

Tugas ke depan adalah bagaimana agar peran positif perguruan tinggi dikedepankan. Tanggung jawab kita semua untuk berperan positif," ujarnya.

Mahfud menambahkan, tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlanjutan sebuah bangsa adalah membangun jiwa anak bangsa.

Keberhasilan membangun jiwa anak bangsa yang memahami dan mencintai bangsa dan negaranya sendiri merupakan kunci dalam menjaga keberlangsungan negara.

"Kekuatan negara akan keropos bilamana anak bangsanya sendiri tidak memahami dan mencintai bangsa dan negaranya," tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved