Berita Jateng
Pemkab Demak Akan Cari Tahu Penyebab Harga Bawang Merah Anjlok
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain, mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Pertanian
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, DEMAK - Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kabupaten Demak, Iskandar Zulkarnain, mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Pertanian Demak dan instansi lain akan mengadakan rapat untuk menyelesaikan persoalan anjloknya harga bawang merah di Kab Demak, khususnya di kalangan para petani.
Ia mengatakan bahwa rapat tersebut rencananya akan diadakan pada Senin (1/11/2021) mendatang.
“Kami akan segera mencari tahu penyebab dan berupaya menyelesaikan turunnya harga bawang yang dialami oleh para petani,” ungkapnya, Jumat (29/10/2021).
Menurutnya, terdapat ketidakwajaran dari turunnya harga bawang merah secara drastis lantaran belum memasuki masa panen raya.
Meskipun demikian, dari datanya menunjukkan harga bawang merah di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Demak rata-rata masih sekitar Rp 24 ribu per kilogram per Kamis (28/10/2021).
Sedangkan, dari pantauan di lapangan, para petani mengeluhkan harga bawang yang saat ini sudah mulai dipanen tersebut anjlok hingga menjadi di bawah Rp 10 ribu, yakni mulai Rp 6 ribu hingga Rp 9 ribu.
Pada umumnya, para petani bisa meraup untung jika harga rata-rata minimal bawang merah senilai Rp 10-15 ribu per kilogram.
Namun, harga bawang merah tersebut kini anjlok hingga di bawah Rp 10 ribu, sekitar Rp 6-9 ribu, di mana para petani mengaku merugi.
Seorang petani bawang merah di Desa Kuwu, Kec Dempet, Kab Demak, Karto Diharjo (40), mengungkapkan kekecewaannya karena bawang yang sudah ditanamnya tersebut akhirnya membuatnya rugi.
“Benar-benar merugi ini. Dari beli bibit, pupuk, obat dan perawatan juga sudah mahal. Untuk modalnya juga pinjam uang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Kuwu, Jasmin, memperkirakan bahwa turunnya harga bawang secara drastis disebabkan karena semakin banyaknya panen di wilayah lain.
Padahal, lanjutnya, panen raya di Demak baru akan berlangsung sekitar sepuluh hari ke depan.
“Di Kabupaten lain bahkan di luar Jawa Tengah, termasuk Jawa Timur, sudah panen lebih dahulu dan banyaknya hasil bawang merah membuat bawang merah di sini anjlok drastis,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah bisa mengintervensi terkait fluktuasi harga dan mengontrol banyaknya wilayah yang menanam tanaman tersebut.
“Solusinya adalah mengulur waktu panen dan menunggu hingga panen di wilayah lain selesai,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Para-petani-di-Ds-Kuwu-Kec-Dempet-Kab-Demak-sedang-merapikan.jpg)