Berita Jateng
Wisata Sehat Jadi Upaya Pemerintah Bangkitkan Kembali Sektor Pariwisata
Kasus pandemi Covid-19 menurun. Pemerintah pun menata objek wisata supaya dapat
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Kasus pandemi Covid-19 menurun.
Pemerintah pun menata objek wisata supaya dapat menerapkan protokol kesehatan dan beradaptasi dengan kebiasaan normal yang baru.
Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan wisata aman dan mencegah penularan covid.
Sehingga, sektor pariwisata bangkit setelah terdampak adanya pembatasan sosial dan karantina wilayah.
Destinasi wisata di Kota Semarang selama ini menjadi magnet banyak pelancong yang ingin menikmati wisata sejarah, kuliner, dan alam.
Organisasi Bina Berkarya menawarkan solusi untuk membangkitkan kembali industri wisata termasuk para pelaku UMKM yang mendukung industri tersebut melalui Gerakan Wisata Sehat.
Pemberlakuan aturan sesuai standar Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE) Sustainability bisa dijadikan satu syarat bagi obyek wisata agar tetap aman dan nyaman dikunjungi para turis selama masa pandemi.
Hal itu diungkapkan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Septiana Tangkary pada webinar Gerakan Wisata Sehat Kota Semarang, Senin (1/11/2021).
"Kami meyakini dengan adanya pemberlakuan CHSE di setiap tempat, paling tidak bisa menunjukan kepedulian kita bersama untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan saat liburan," kata Septiana.
Menurutnya, dengan adanya CHSE bisa menjadi tolok ukur bagi wisatawan bahwa sebuah tempat wisata yang dituju telah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.
Ia membeberkan, berkaca pada data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), tingkat kunjungan wisatawan mancanegara pada 2020 sekitar 4 juta orang.
Jumlah tersebut menurun cukup tajam dari jumlah kunjungan pada 2019 yakni 16,10 juta kunjungan.
Kondisi serupa terjadi pada jumlah devisa yang diperoleh dari sektor pariwisata.
Jumlah devisa di 2020 senilai US$ 3,54 miliar atau turun dari 2019 senilai US$ 16,9 miliar.
Dampak yang dirasakan terhadap sektor pariwisata membuat pemerintah menyesuaikan proyeksi kunjungan wisatawan mancanegara pada 2021 sebanyak 4-7 juta jiwa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pantura/foto/bank/originals/Direktur-Informasi-dan-Komunikasi-Perekonomian-dan-Maritim-Kem.jpg)