Sabtu, 18 April 2026

Berita Jateng

Muatan Lokal Keselamatan Berlalu Lintas yang Diusulkan DPD RI Siap Dikaji Dinas Pendidikan Jateng

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah siap mengkaji muatan lokal disiplin berlalu lintas menjadi kegiatan

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Plt Kepala Disdikbud Jateng, Yuni Astuti (kiri) menerima kenang-kenangan usai berdiskusi dengan Wakil Ketua Komite I DPD RI, Abdul Kholik 

TRIBUNPANTURA.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah siap mengkaji muatan lokal disiplin berlalu lintas menjadi kegiatan belajar mengajar pada jenjang pendidikan SMA dan SMK.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Disdikbud Jateng, Yuni Astuti usai berdiskusi dengan Wakil Ketua Komite I DPD RI, Abdul Kholik di Kantor Disdikbud Jateng, Rabu (17/11/2021).

Usulan memasukan materi keselamatan berlalu lintas pada pelajar muatan lokal disekolah disampaikan Abdul Kholik yang sejalan dengan Gerakan Tertib dan Selamat Berlalu Lintas (Gerlantas).

"Kami menyambut baik apa yang disampaikan DPD RI Jateng bahwa kasus laka lantas angka korbannya cukup tinggi, ini satu hal yang jadi perhatian khusus.

Sesuai data dan informasinya, bahwa korban dari anak siswa SMA dan SMK yang usianya 17 dan bisa naik motor itu sangat tinggi," kata Yuni.

Menurutnya, pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu diberikan kepada pelajar.

Agar mereka bisa dibimbing sejak dini terkait ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.

Panduan keselamatan berlalu lintas, kata dia, harus diberikan secara terus menerus, bisa melalui pelajaran muatan lokal.

Dengan begitu pelajar dapat mudah memahami dan mewujudkan etika dan budaya berlalu lintas dan terciptanya budaya tertib berlalu lintas.

"Perilaku keselamatan berlalu lintas itu harus di-elingke (diingatkan) terus.

Ada pemikiran dimasukan ke dalam mulok (muatan lokal) pelajaran.

Sehingga, anak-anak setiap hari dengar, memperbincangkan, dan mempraktikannya, itu namanya drilling," jelasnya.

Mengubah perilaku harus ada kebijakan masing-masing.

Namun demikian, kata dia, ada tahapan-tahapan yang dilakukan agar keselamatan berlalu lintas bisa dimasukan dalam pelajaran muatan lokal di sekolah-sekolah.

Antara lain, melalui sejumlah kajian-kajian yang dilakukan pihak terkait.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved