Breaking News:

Kriminal dan Hukum

Advokat di Semarang Dihukum 9 Bulan Penjara, Gara-gara Unggah Ujaran Kebencian di Status Facebook

Advokat di Semarang Dihukum 9 Bulan Penjara, Gara-gara Unggah Ujaran Kebencian di Status Facebook

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Zaenal Arifin
Terdakwa kasus ujaran kebencian, R Winindya Satriya, mendengarkan pembacaan putusan oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (22/11/2021). 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Sidang kasus ujaran kebencian bernada SARA melalui Facebook dengan terdakwa seorang advokat di Kota Semarang, R Winindya Satriya, telah sampai tahap akhir.

Majelis hakim yang diketuai Pesta Partogi Hasiholan Sitorus, membacakan vonis putusan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (22/11/2021).

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa Satriya terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 9 bulan, dikurangi lamanya masa tahanan yang dijalani terdakwa," kata hakim Pesta Partogi Hasiholan Sitorus, dalam amar putusannya.

Hakim Pesta Partogi menyatakan, terdakwa Satriya melanggar Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain pidana penjara, hakim juga menghukum Satriya untuk membayar denda sebesar Rp 10 juta.

"Dengan ketentuan jika tidak dibayar maka diganti dengan hukuman 2 bulan penjara," tambahnya.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum Kejati Jawa Tengah.

Sebelumnya, jaksa menuntut agar terdakwa dihukum selama 1 tahun 4 bulan penjara dan denda 10 juta subsidair 4 bulan penjara.

Hakim menilai, terdakwa terbukti bersalah karena sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku agama ras dan antargolongan (SARA).

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved