Selasa, 19 Mei 2026

Berita Pendidikan

Kendal Termasuk dalam 10 Daerah Pertama Terapkan Program Sekolah Penggerak di Jateng

Kendal Termasuk dalam 10 Daerah Pertama Terapkan Program Sekolah Penggerak di Jateng

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: yayan isro roziki
Tribun-Pantura.com/Saiful Masum
LPMP Jateng bersama sejumlah tokoh sekolah penggerak di Kendal menggelar Forum Pemangku Kepentingan Daerah, Rabu (24/11/2021) di SMPN 3 Patebon. 

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal berkomitmen penuh dalam mendukung program sekolah penggerak (PSP).


Sebanyak 32 sekolah jenjang Paud, SD, SMP, SMA sederajat, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Kendal sudah mengembangkan diri menjadi sekolah penggerak dengan penguatan SDM kepala sekolah dan guru yang unggul.


Jumlah ini menjadi bagian penting dari total 265 sekolah di Jawa Tengah yang kini sudah menjadi sekolah penggerak untuk pendidikan berkarakter dan maju.


Plt Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti menyampaikan, untuk memajukan langkah PSP dilakukan Forum Pemangku Kepentingan Daerah.


Dengan melibatkan pemerintah daerah, kepala sekolah, pengawas, guru, siswa, orangtua siswa, dan tokoh masyarakat.


Beberapa unsur ini diharapkan bisa menjadi penopang kemajuan pendidikan dengan menyuguhkan pembelajaran yang menyenangkan.  


"Forum ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan, termasuk di Kendal."

"Bisa terwujud dengan kontribusi masing-masing pemangku kepentingan."

"Termasuk orangtua siswa dan tokoh masyarakat," terangnya saat mengikuti pembukaan forum, Rabu (24/11/2021) di SMPN 3 Patebon. 


Ia menegaskan, forum ini dimaksudkan juga untuk menghimpun harapan para siswa terkait sekolah yang menyenangkan dan berkarakter.


Sehingga bisa menguatkan SDM Sekolah melalui pelatihan dan pendampingan, pembelajaran dengan paradigma baru, perencanaan berbasis data, digitalisasi sekolah, serta pendampingan konsultatif dan asimetris.


Sehingga, sekolah mempunyai fokus pada pengembangan hasil  belajar siswa secara holistik, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, menyenangkan, dengan memusatkan pembelajaran pada siswa.


"Program sekolah penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di  seluruh jenjang untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju."

"Bisa dengan pemetaan karakter anak agar bisa menggali potensi siswa lebih dalam," terangnya. 


Kabupaten Kendal manjadi bagian dari 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menjadi sasaran tahap pertama PSP.


Program ini akan terus dipantau melalui forum pemangku kepentingan daerah setiap 6 bulan sekali. 


Di antaranya ada di Sragen, Surakarta, Grobogan, Kabupaten Semarang, dan beberapa daerah lainnya. 


Koordinator FPKD PSP Jateng, Tartib Supriyadi menuturkan, program ini juga melibatkan dinas pendidikan daerah, LPMP, Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Jawa Tengah (PP PAUD Dikmas), Pusat Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Matematika Yogyakarta, dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII.


Pada tahap awal, sebanyak 115 pemangku kepentingan dari berbagai unsur dihadirkan untuk menata jembatan PSP di Kabupaten Kendal


Bertujuan untuk mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.


"PSP ini kolaborasi antara Kemendikbud dengan pemerintah daerah."

"Dalam rangka penyempurnaan program transformasi  sekolah sebelumnya, komitmen pemda jadi kunci," jelasnya.


Kemajuan pendidikan di setiap daerah pada nantinya bisa ditentukan oleh program sekolah penggerak. Dengan misi menyukseskan program merdeka belajar. 


"PSP ini ada karena kesepakan antara pemerintah pusat dengan daerah."

"Ada keunikan sendiri di setiap sekolah, sehingga butuh pendampingan dan strategi yang jitu," katanya.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menyampaikan, pemerintah daerah akan terus berkomitmen demi kesuksesan sekolah penggerak.


Artinya siap menjadi fasilitator dan katalisator berjalannya program.


"Ada program-program dalam ranah peningkatan mutu pembelajaran yang bisa didorong ke sana. Ada tantangan terkait, SDM dan sarpras juga."

"Banyak sekolah yang masih kekurangan kelengkapan IT, dan lainnya. Ini yang akan pemerintah perhatikan," tetang Wahyu.


Ia berharap, forum ini sebagai ajang dalam mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada.


Seperti menyiapkaan anggaran, hingga mengoptimalkan BOS Kinerja penunjang PSP.


"Semua berkomitmen untuk membersamai dan mendukung kesuksesan program ini."

"Harapannya bisa bekerja dalam teamwork, saling mengingatkan, saling bersinergi dalam memberikan yang terbaik untuk keberhasilan bersama," tutur Wahyu. (Sam)

Sumber: Tribun Pantura
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved