Berita Kesehatan

Selain Covid, 5 Penyakit Paru-paru Ini Jadi Perhatian Dokter, PDPI: Banyak Diderita Warga

Selain Covid, 5 Penyakit Paru Ini Jadi Perhatian Dokter hingga beberapa tahun mendatang, PDPI: Banyak Diderita Warga

halodoc
Ilustrasi dokter memeriksa hasil rontgen paru-paru pasien. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Virus corona varian baru Omicron jadi prioritas penanganan bagi dokter paru.

Selain covid, ada sejumlah penyakit paru yang menjadi perhatian.

Penyakit paru ini banyak dialami warga di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Dan diprediksi, akan lebih banyak menjangkiti di tahun-tahun mendatang.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Agus Dwi Susanto mengatakan ada lima peenyakit yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi dokter paru di Indonesia.

"Masa pandemi merupakan masa pembelajaran."

"Penyakit respirasi (terkait pernapasan) cukup banyak terjadi di masyarakat."

"Ke depan, bukan hanya masalah covid, ada lima yang jadi problem di masyarakt," kata Agus saat di Semarang, Minggu (12/12/2021).

5 penyakit paru yang dimaksud yakni tuberkulosis atau TB, pneoumonia, kanker paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma.

Agus menambahkan, pneoumonia merupakan radang paru yang diakibatkan bakteri, jamur, atau virus. Sedangkan kanker paru merupakan penyakit yang terbanyak dialami laki- laki di Indonesia.

Sementara, PPOK terjadi karena polusi dan rokok yang menyebabkan penyempitan saluran pernpasan permanen atau sulit kembali.

"Di luar, masih banyak penyakit paru lainnya. Namun 5 itu yang merupakan terbesar dan menjadi pekerjan rumah dokter paru, termasuk di Jateng," jelasnya.

Ia juga meminta pengurus PPDI Provinsi Jateng yang baru dilantik untuk bergerak cepat meningkatkan kualitas kesehatan paru di Jateng.

Sementara, Ketua PDPI Jateng terpilih, dr Sofyan Budi Rahardjo menuturkan pihaknya memiliki program kerja ke depan dalam penanggulangan penyakit paru yang banyak terjadi di masyarakat, selain covid.

"Tentunya masa pandemi belum selesai, bagaimana kontribusi dokter paru menangani covid di Indonesia jadi prioritas utama, menjadi garda terdepan. Selain itu, juga berperan dalam penanganan penyakit paru. Bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kesehatan paru di Jateng," katanya.

Ia menambahkan, dokter paru sudah tersebar hampir di 35 kabupaten dan kota di Jateng. Masih ada daerah yang kosong tidak ada dokter spesialis paru.

Oleh karena itu, Ketua PDPI Jateng periode 2021-2024 tersebut meminta kepada pengurus pusat untuk bisa mendukung agar setiap daerah di Jateng terdapat dokter paru. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan pelayanan khususnya penyakit paru di Jateng.(mam)

Sumber: Tribun Pantura
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved