Berita Slawi
Video Difabel Pasar Festival Kab Tegal Berlangsung Rutin Tiap Hari Kamis
Berlangsung kegiatan Difabel pasar festival dengan mengusung tema karya disabilitas, tetap peduli kualitas.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: restu dwi r
TRIBUNPANTURA.COM, SLAWI - Berikut video Difabel Pasar Festival Kab Tegal berlangsung rutin tiap hari kamis.
Berlangsung kegiatan Difabel pasar festival dengan mengusung tema "karya disabilitas, tetap peduli kualitas."
Berlokasi di halaman rumah produksi difabel kreatif, Kemayaran, Tembok Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Kamis (6/1/2022).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini menyediakan bermacam produk yang dipamerkan seperti kuliner sehat dan higienis, oleh-oleh khas Tegal, batik Tegal, batik ciprat, tanaman kaktus, kue, makanan ringan, dan lain-lain.
Selain itu juga menyediakan kerajinan tangan atau handmade mulai dari gazebo, sangkar, lukisan, paper bag, dan lain-lain.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal Nurhayati, didampingi Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tegal Khofifah, dan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti, terlihat datang langsung untuk memantau sekaligus memberikan suport dengan membeli (nglarisi) beberapa produk teman-teman difabel.
Para peserta pun terlihat senang dan menyambut baik kedatangan pengunjung, apalagi melihat dagangannya laris diborong.
"Kegiatan Difabel pasar festival ini berlangsung rutin tiap Kamis. Harapannya dengan adanya tempat berjualan, teman-teman difabel bisa mengembangkan pasar dan semakin semangat berkreasi.
Selain itu kami juga dapat bantuan dana dari bu Dewi Aryani untuk membuat saung (tempat berjualan)," jelas Nurhayati, pada Tribunjateng.com, Kamis (6/1/2022).
Pada kegiatan ini, pengunjung juga akan dimanjakan dengan pertunjukan live musik dari teman-teman difabel yang tergabung dalam grup D'Kata Harmoni Band (Difabel Kabupaten Tegal Harmoni), dan live teatrikal dari teater cangkir.
Adapun peserta merupakan gabungan dari enam komunitas yaitu Difabel Slawi Mandiri (DSM), Cerebal Palsy Trengginas (CPT), Gerkatin, Ikatan tunanetra muslim indonesia, Rumah Autis Marbel, dan Dunia tak lagi sunyi (DTLS).
"Kalau ini sistem nya bergantian atau giliran yang menentukan dari masing-masing komunitas.
Jadi misal hari Kamis ini giliran produk makanan, Kamis depan batik atau apa menyesuaikan," katanya.
Nurhayati pun berpesan kepada masyarakat khususnya warga Kabupaten Tegal untuk menyambut baik kegiatan difabel pasar festival ini, caranya? dengan nglarisi atau membeli produk mereka.
Sehingga nantinya, teman-teman difabel juga termotivasi dan semakin semangat untuk berkreasi menciptakan produk-produk baru lagi.