Breaking News:

Berita Semarang

Peroleh Asimilasi, 51 Napi Lapas Semarang Dibebaskan dari Tahanan, Langsung Sujud Syukur

Peroleh Asimilasi, 51 Napi Lapas Semarang Dibebaskan dari Tahanan, Langsung Sujud Syukur

Penulis: m zaenal arifin | Editor: yayan isro roziki
Dok Lapas Semarang
Petugas Lapas Kelas I Semarang memberikan pengarahan kepada para napi sebelum dibebaskan untuk menjalani hukuman di rumah masing-masing, kemarin. 

TRIBUN-PANTURA.COM, SEMARANG - Sebanyak 51 narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mendapat asimilasi potongan masa pidana untuk menjalani hukuman di rumah masing-masing.

Sebelum pelaksanaan bebas, puluhan napi tersebut mendapat arahan dari petugas Lapas Semarang.

Begitu dinyatakan bebas, puluhan napi langsung sujud syukur atas kebebasan mereka.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Supriyanto mengatakan, proses asimilasi 51 narapidana tersebut sesuai dengan Permenkumham Nomor 43 Tahun 2021 tentang Syarat Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat Bagi Narapidana dan Anak untuk Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

"Asimilasi dilaksanakan agar tidak ada penularan Covid-19 di dalam Lapas."

"Mengingat, Lapas menjadi lokasi yang rentan kemungkinan adanya penularan virus tersebut," kata Kepala Lapas Semarang, Supriyanto, dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).

Supriyanto menjelaskan, 51 napi tersebut sudah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sehingga mereka berhak mendapatkan potongan masa pidana untuk menjalani hukuman di rumah masing-masing.

Lebih lanjut Supriyanto mengatakan, narapidana yang mendapatkan asimilasi ini dilihat dari perhitungan 2/3 masa pidananya yaitu jatuh sebelum 30 Juni 2022.

"Syaratnya utamanya yang bukan residivis, tidak dipidana lebih dari satu perkara, bukan kasus narkoba yang pidananya di atas 5 tahun, korupsi, terorisme, pembunuhan, perampokan, kesusilaan, kejahatan terhadap keamanan negara, serta kejahatan hak asasi manusia," jelasnya.

Selama asimilasi di rumah, katanya, para napi tidak boleh keluyuran kemana-mana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Pantura
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved