Senin, 13 April 2026

Berita Jateng

Khadik Harap Taman Impean Mampu Angkat Citra Wisata di Banyumas

Sebagai upaya mendukung peningkatan citra pariwisata di Kabupaten Banyumas, sejumlah objek wisata baru dihadirkan. 

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Achmad Husein saat mengunjungi Taman Impean di Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Sabtu (15/1/2022). 

TRIBUNPANTURA.COM, BANYUMAS - Sebagai upaya mendukung peningkatan citra pariwisata di Kabupaten Banyumas, sejumlah objek wisata baru dihadirkan. 

Salah satunya adalah hadirnya Taman Impean di Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.

Inovator Taman Impean, Khadik Triyanto mengatakan hal ini adalah bentuk inovasi bagaimana melihat suatu kondisi area yang kurang tertata menjadi lebih baik.

"Kami merasa terpanggil sebagai warga Banyumas yang asli Karangsari terpanggil untuk itu," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (15/1/2022).

Hal itu dikatakannya sela peresmian Taman Impean, Desa Karangsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.

Dengan inovasi-inovasi yang ada, ia ingin membuat Taman Impean itu bukan hanya bagian dari destinasi wisata Banyumas.

Akan tetapi, harapannya bisa mengangkat citra Banyumas karena citra itu akan lebih penting daripada hanya destinasi.

"Tapi citra Banyumas harus kita angkat setinggi-tingginya agar masyarakat yang lain ada keseganan.

Kalau segan-segan apapun yang kita lakukan pasti yang terbaik," imbuhnya.

Menurut dia, hal itulah motivasi-motivasi yang menjadikan alasan Taman Impean tersebut dibangun.

Lebih lanjut, Khadik mengatakan nama Taman Impean itu digunakan karena pihaknya tidak bermimpi.

Ia ingin menyatakan di Banyumas banyak area-area destinasi yang perlu dikunjungi khususnya bagi warga Jakarta.

"Iyaa karena kami juga bawa rombongan cukup banyak.

Kita ingin tunjukkan Banyumas itu luar biasa, bukan hanya cerita saja, ayo datang, maka 'impea', bukan 'impian'," imbuhnya.

Taman yang luasnya kurang dari 3.000 meter persegi itu nantinya akan digelar berbagai kegiatan yang bersifat tradisional setiap dua bulan sekali sebagai sarana edukasi dan religi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved