Rabu, 20 Mei 2026

Berita Kendal

Video Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kendal Masih Tinggi

Harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kendal masih dibandrol Rp 20.000 per liter.

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: restu dwi r

TRIBUN-PANTURA.COM, KENDAL - Berikut video Harga Minyak Goreng di Pasar Tradisional Kendal Masih Tinggi.


Harga minyak goreng kemasan di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kendal masih dibandrol Rp 20.000 per liter.


Sejumlah pedagang masih bersikeras mempertahankan harga lama sebelum stok habis karena tak mau merugi.


Termasuk harga minyak goreng curah kemasan yang dibandrol Rp 19.500 - Rp 20.000 per kilogram.


Para pedagang belum bersedia mengikuti kebijakan satu harga yang ditetapkan pemerintah, sepanjang belum mendapatkan subsidi atas stok minyak goreng yang masih tersisa.


Seorang pedagang di Pasar Kota Kendal, Nasiroh (35) mengatakan, beberapa stok minyak goreng kemasan miliknya masih dijual dengan harga Rp 20 ribu per liter.


Termasuk minyak goreng curah kemasan Rp 20 ribu per kilogram.


Menurut dia, kebijakan satu harga oleh pemerintah yakni jenis minyak goreng curah Rp 11.500 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000 belum bisa diterapkan di tingkat pedagang pasar tradisional.


Kata dia, selain masih banyaknya stok lama, pedagang belum mendapatkan subsidi harga dari tengkulak.


Sehingga, harga beli pedagang masih cukup tinggi di atas batas harga yang sudah ditentukan.


"Minyak goreng curah saja saya kulakannya Rp 18.500 perKg. Termasuk minyak goreng kemasan. Baru ada satu merk minyak goreng kemasan dari salesnya dengan harga 14 ribu, tapi terbatas. Lainnya masih tinggi," terang dia, Rabu (2/2/2022).


Pedagang lain, Muzaroah juga masih menjual minyak goreng dengan harga Rp 20 ribu per liter.


Bahkan, Muzaroah masih mempunyai stok 30 dus minyak goreng yang tidak mendapatkan subsidi harga.


Stok tersebut ia simpan sembari menunggu kebijakan subsidi harga sampai di tingkat pedagang pasar tradisional.


"Stok lama kalau dijual harga Rp 14.000, bisa rugi. Padahal saya masih punya 30 dus minyak. Saya letakkan digudang," tutur dia. 

Sumber: Tribun Pantura
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved